Kamis, 11 Juni 2026

ISPA pada Anak

Waspada ISPA pada Anak Saat Cuaca Ekstrem Jelang Musim Hujan, Ribuan Anak Jember Sudah Terjangkit

Dinkes Jember mencatat terdapat 7.500 kasus ISPA pada September 2025. Balita paling rentan akibat cuaca ekstrem dan perubahan suhu.

Tayang:
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Haorrahman
AI
ISPA PADA ANAK - Foto ilustrasi hasil olah kecerdasan buatan (AI), Rabu (29/10/2025). Cuaca ekstrem menjelang musim hujan membuat kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada anak melonjak di Kabupaten Jember, Jawa Timur. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Cuaca ekstrem menjelang musim hujan membuat kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada anak melonjak di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Pada September 2025 saja, Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat sebanyak 7.500 terserang ISPA

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Jember, Akhmad Helmi Lukman, mengatakan perubahan suhu yang drastis menjadi pemicu utama meningkatnya kasus penyakit pernapasan di Jember.

“Cuaca ekstrem bukan hanya hujan deras, tapi perubahannya sangat cepat. Siang bisa panas hingga 34–35 derajat, lalu sore tiba-tiba hujan disertai angin dan petir,” ujar Helmi, Rabu (29/10/2025).

Menurutnya kondisi itu menyebabkan penurunan daya tahan tubuh, sehingga virus penyebab ISPA lebih mudah menyerang.

Baca juga: Penerbangan Jember-Jakarta Aktif Lagi Mulai 11 November 2025, Harga Tiket Lebih Mahal

“Khususnya di wilayah Jember yang memiliki topografi lembap dan di kelilingi pegunungan. Kelembapan tinggi membuat virus lebih cepat berkembang,” jelasnya.

Dari total kasus yang tercatat, sekitar 3.000 di antaranya dialami oleh anak di bawah lima tahun (balita). 

Menurut Helmi balita paling mudah terinfeksi karena sistem imun mereka belum sekuat orang dewasa.

“Paling banyak memang anak-anak usia dini, karena mereka lebih sensitif terhadap perubahan suhu dan daya tahannya masih rendah,” ujarnya.

Helmi menambahkan, ISPA saat ini juga menunjukkan gejala yang lebih lama dibandingkan sebelumnya.

Baca juga: Dana Transfer dan DBHCT Dipangkas Rp341 Miliar, Pemkab Jember Sesuaikan APBD 2026

“Kalau dulu flu rata-rata seminggu sudah pulih, sekarang bisa sampai dua minggu. Ini yang perlu diwaspadai,” katanya.

Menghadapi cuaca yang tidak menentu, Helmi mengimbau masyarakat untuk menjaga asupan gizi, vitamin, dan daya tahan tubuh.

“Segera periksa ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala batuk, pilek, atau demam,” imbaunya.

Helmi juga meminta orang tua untuk memperhatikan kesehatan anak dan balita agar tidak tertular ISPA.

“Jaga imun anak dengan vitamin dan gizi seimbang. Jika perlu pemeriksaan, silakan datang ke puskesmas terdekat karena layanan pemeriksaan dan pengobatan ISPA tersedia gratis,” tambah Helmi.

Baca juga: POTENSI Arema FC Kehilangan 1 Sosok Penting, 3 Klub Brasil Kans Aktornya, Aremania Rela?

Dinkes Jember juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari paparan udara dingin secara langsung setelah terik matahari. Menjaga kebersihan lingkungan dan ventilasi rumah. Memastikan anak cukup istirahat dan minum air putih.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved