Berita Jember
Ada 30 Kampus, Tapi Warga Jember Rata-rata Hanya Lulusan SD
Rata-rata lama sekolah warga Jember lama hanya 6,64 tahun rata-rata lulusan SD atau tidak sampai tamat SMP.
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Haorrahman
Ringkasan Berita:
- BPS mencatat rata-rata lama sekolah warga Jember hanya 6,64 tahun, atau hanya lulusan SD
- Harapan lama sekolah di Jember mencapai 13,51 tahun
- Jember memiliki sekitar 30 perguruan tinggi negeri dan swasta
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember – Kondisi kontras terjadi di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Terdapat 30 kampus baik negeri maupun swasta, namun rata-rata warga Jember hanya lulusan SD.
Beradarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2025, rata-rata lama sekolah warga Jember hanya mencapai 6,64 tahun. Ini menunjukkan mayoritas masyarakat Jember hanya lulusan SD atau tidak tamat SMP.
Kondisi ini kontras dengan realitas Kabupaten Jember yang dikenal sebagai kota pendidikan, karena terdapat sekitar 30 perguruan tinggi negeri dan swasta.
Sementara harapan lama sekolah berdasarkan data BPS tercatat hanya 13,51 tahun, atau banyak yang tidak melanjutkan kuliah.
Baca juga: Jaksa Geledah SDN Curahnongko 02 Jember, Terkait Dugaan Korupsi Dana BOS
Kondisi ini memunculkan anggapan keberadaan puluhan kampus di Jember, belum sepenuhnya menjadi magnet bagi masyarakat Jember.
Biaya Pendidikan
Sekretaris Komisi D DPRD Jember, Indi Naidha, menilai rendahnya minat melanjutkan pendidikan tinggi di Jember kemungkinan dipengaruhi oleh faktor biaya.
“Kira-kira kalau anaknya sekolah di Jember biayanya lebih murah atau tidak. Jadi mereka melihat kalau anaknya dikuliahkan di luar, lebih banyak pengalaman,” ujar Indi, Sabtu (13/12/2025).
Menurutnya banyak warga Jember justru memilih menyekolahkan anak ke luar daerah, meski secara geografis tersedia banyak pilihan perguruan tinggi di dalam kabupaten.
Indi mengatakan beasiswa menjadi salah satu instrumen penting untuk meningkatkan minat warga Jember melanjutkan pendidikan tinggi.
Baca juga: Tiba-Tiba Keluar Peraturan Menteri Keuangan, Puluhan Desa di Jember Terancam Gagal Cairkan Dana Desa
“Menurut saya, mungkin kalau nanti ada beasiswa lagi (dari Pemkab) diperuntukkan untuk warga Jember yang kuliah di Jember dulu,” ungkapnya.
Dia juga mengusulkan agar kuota beasiswa bagi mahasiswa yang kuliah di luar daerah dikurangi, disertai seleksi yang lebih ketat.
“Jadi difokuskan pada yang kuliah di Jember agar orang tua menguliahkan anaknya di Jember,” imbuh Indi.
Terkait wacana penerapan sistem zonasi dalam penerimaan mahasiswa baru di kampus negeri kawasan Jember, Indi menilai kebijakan tersebut belum efektif menarik minat kuliah.
“Kalau mahasiswa luar mau kuliah di Jember jangan dibatasi. Karena semakin banyak yang datang, makin banyak investasi masuk di Jember,” jelasnya.
Dia menambahkan, keberanian mahasiswa luar daerah untuk kuliah di Jember menunjukkan kekuatan finansial orang tua mereka, yang akhirnya berdampak positif terhadap perekonomian daerah.
“Dan itu merupakan investasi untuk kita di Kabupaten Jember. Jadi sistem zonasi belum bisa jadi solusi,” tegas Legislator Fraksi PDI Perjuangan tersebut.
(TribunJatimTimur.com)
IPM Jember 2025
lama sekolah Jember
TribunJatimTimur.com
lulusan SD
BPS Jember
Pendidikan Jember
Beasiswa Jember
Warga Jember Lulusan SD
kampus di Jember
| Nanik S Deyang Dilantik Sebagai Kepala BGN, Bupati Jember Gus Fawait Ucapkan Selamat |
|
|---|
| Kembali Terjadi Temuan Kerangka Manusia di Jember, Rupanya Warga Mayang yang Hilang 1,5 Bulan |
|
|---|
| Demi Beli Ponsel dan Jajan, Dua Bocah di Jember Curi Brankas Tante, Belasan Juta Raib |
|
|---|
| Imbas Dana Bantuan Pemerintah Belum Cair, Sejumlah SPPG di Jember Berhenti Operasi Sementara |
|
|---|
| Bareskrim Polri Kabarnya Tangani Kasus Dugaan Penimbunan BBM Ilegal di Jember, Polda Jatim Menjawab |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/Sekolah-rakyat-DPRD-Jember.jpg)