Kamis, 11 Juni 2026

Berita Jembwr

Diduga Keracunan MBG, 99 Siswa dan 13 Guru SMPN 1 Umbulsari Jember Diperiksa

Sebanyak 112 siswa dan guru SMPN 1 Umbulsari Jember diduga keracunan makan bergizi gratis. Tiga siswa masih dirawat di puskesmas.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Haorrahman
Tribun Jatim Timur/Imam Nawawi
KERACUNAN - Siswa SMPN 1 Umbulsari Jember, Jawa Timur dirawat di Puskesmas, Kamis (5/2/2026) Mereka diduga keracunan usai menyantap MBG. 

Ringkasan Berita:
  • 112 siswa dan guru SMPN 1 Umbulsari Jember diduga mengalami keracunan MBG
  • Tiga siswa masih menjalani perawatan di Puskesmas Umbulsari
  • Keluhan diare massal terdeteksi sehari setelah MBG dikonsumsi
  • Sekolah menghentikan sementara pembagian MBG
  • Puskesmas memastikan kondisi korban berangsur membaik

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, JemberHingga Jumat (6/2/2026), tiga siswa SMP Negeri 1 Umbulsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, masih menjalani perawatan di Puskesmas Umbulsari. Mereka mengalami diare dan mual yang diduga muncul setelah mengonsumsi makan bergizi gratis (MBG).

MBG tersebut disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Umbulsari yang berada di bawah naungan Yayasan Baitul Huda Amanah.

Berdasarkan data puskesmas setempat, total 112 orang di lingkungan sekolah terdampak dan sempat menjalani pemeriksaan medis. Jumlah tersebut terdiri dari 99 siswa dan 13 guru dengan tingkat keluhan yang berbeda-beda.

Baca juga: Di Tengah Wacana Karyawan MBG jadi PPPK, Ada Guru 18 Tahun Mengabdi di Bondowoso Berhonor Rp 350.000

Kronologi

Kepala SMPN 1 Umbulsari, Mamik Sasmiati, menjelaskan kejadian ini pertama kali diketahui, Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, pihak sekolah mendapati banyak siswa mengeluh sakit perut dan mengantre di kamar mandi.

“Awalnya kami pikir biasa, tapi kok jumlahnya banyak. Setelah didata, ada 99 anak. Mereka bilang perut mules sejak kemarin dan sudah beberapa kali buang air besar,” kata Mamik.

Melihat jumlah siswa yang mengalami keluhan serupa cukup besar, pihak sekolah menduga kondisi tersebut tidak terjadi secara alami.

“Kalau hampir ratusan anak mengalami hal yang sama, itu tidak mungkin gejala biasa. Setelah kami data, saya langsung menghubungi pihak SPPG,” imbuhnya.

Baca juga: Dimediasi PN Pasuruan, Gugatan Pengadaan Kendaraan MBG Berakhir Damai

Pihak sekolah kemudian mengumpulkan siswa yang mengalami diare di satu tempat untuk penanganan awal dan memberikan obat pereda diare. Tak lama berselang, tim MBG datang ke sekolah.

“Saya minta tim MBG segera menghubungi puskesmas, karena ini menjadi tanggung jawab penyedia MBG. Sekolah hanya sebagai penerima manfaat,” ujar Mamik.

Sekitar satu jam kemudian, petugas medis dari Puskesmas Umbulsari tiba dan melakukan pemeriksaan serta evakuasi terhadap puluhan siswa yang diduga mengalami keracunan makanan.

Dari keterangan sejumlah siswa, ditemukan dugaan bahwa kondisi makanan tidak sepenuhnya layak konsumsi.

“Beberapa anak menyampaikan ada makanan yang seperti belum matang,” ungkap Mamik.

Baca juga: Baru 15 dari 43 Dapur MBG Bondowoso Kantongi Sertifikat Higiene

Atas kejadian tersebut, pihak sekolah memutuskan tidak membagikan MBG pada hari itu karena waktu sudah memasuki siang hari.

Menu MBG yang dikonsumsi siswa pada Rabu (4/2/2026) meliputi ayam bakar, sambal, dan susu kemasan.

Penanganan Medis

Kepala Puskesmas Umbulsari, dr. Nur Ahmad Santoso, menyatakan seluruh pasien telah mendapatkan penanganan medis dan observasi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved