Kamis, 9 April 2026

Ramadan 2026

Jelang Ramadan, Harga Daging Ayam di Jember Tembus Rp 42 Ribu Per Kilogram

Harga ayam di Pasar Ambulu Jember naik hingga Rp 42 ribu/kg jelang Ramadan 2026.

Penulis: Imam Nawawi | Editor: Haorrahman
Tribun Jatim Timur/Imam Nawawi
NAIK-Harga bahan pokok di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mulai merangkak naik menjelang Ramadan 2026. Salah satunya daging ayam ras di Pasar Ambulu. 
Ringkasan Berita:
  • Harga ayam di Pasar Ambulu Jember tembus Rp42 ribu/kg.
  • Kenaikan terjadi sekitar 10 hari jelang Ramadan 2026.
  • Penjualan ayam turun hingga 50 persen akibat harga naik.
  • Daya beli melemah karena sebagian lahan petani terdampak banjir.
  • Harga telur ayam ras juga naik menjadi Rp31 ribu/kg.

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Harga bahan pokok di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mulai merangkak naik menjelang Ramadan 2026. Salah satunya daging ayam ras di Pasar Ambulu.

Di pasar tradisional tersebut, harga daging ayam ras mencapai Rp 42 ribu per kilogram dari pedagang setempat. Kenaikan ini sudah berlangsung dalam dua hari terakhir.

“Harga daging ayam sudah dua hari ini Rp 42 ribu. Kalau harga normalnya sulit, tiap hari tidak sama harganya,” ujar Faida, pedagang di Pasar Ambulu, Rabu (18/2/2026).

Baca juga: Jelang Ramadan 2026, Harga Cabai dan Daging Ayam di Kabupaten Situbondo Alami Kenaikan

Harga Normal Rp 35 Ribu

Menurut Faida, harga ayam ras sebelumnya relatif bertahan di kisaran Rp35 ribu per kilogram. Namun sekitar sepuluh hari menjelang bulan puasa, harga terus mengalami kenaikan.

Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab kenaikan tersebut karena harga mengikuti pasokan dari tengkulak atau pengepul.

“Penyebabnya saya tidak tahu, soalnya harga tersebut dari tengkulak. Sebab kami menyesuaikan dari pengepul,” katanya.

Baca juga: Jelang Ramadan, Polres Probolinggo Pantau Harga Bahan Pokok

Pembeli Sepi

Kenaikan harga berdampak pada penurunan jumlah pembeli. Faida menyebut sebagian besar konsumennya merupakan petani dari wilayah Jember Selatan.

Menurutnya, kondisi pertanian yang terdampak banjir turut memengaruhi daya beli masyarakat.

“Sepi, soalnya kondisinya masih tanam padi, banyak tanamannya kebanjiran,” katanya.

Akibatnya, volume penjualan turun hingga 50 persen dibandingkan kondisi normal.

“Biasanya bisa jual daging 50 kilo, pas sepi kayak gini cuma 25 kilo daging yang terjual,” jelasnya.

Baca juga: Harga Emas Naik Tajam, Warga Bondowoso Justru Ramai Beli di Pegadaian

Harga Telur Ikut Naik

Selain daging ayam, harga telur ayam ras juga mengalami kenaikan. Saat ini, harga telur mencapai Rp31 ribu per kilogram dan sudah berlangsung sekitar lima hari terakhir.

Meski demikian, Faida menyebut kenaikan harga telur belum terlalu memengaruhi jumlah pembeli.

“Meskipun mahal, pembelian telur tetap tidak ada pengurangan jumlah konsumen,” imbuhnya.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved