Berita Jember
MBG dan Cabai Jadi Penyebab Inflasi Jember Tertinggi di Jawa Timur
Inflasi Jember mencapai 1,14% pada Februari 2026 yang menjadikannya sebagai daerah tertinggi di Jawa Timur.
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Haorrahman
Ringkasan Berita:
- Jember mencatat inflasi 1,14 persen pada Februari 2026, tertinggi di Jawa Timur.
- Penyebab Utama: Cabai rawit menjadi penyumbang terbesar (0,33 % ) akibat gagal panen dipicu cuaca ekstrem.
- Kenaikan harga pangan didorong oleh meningkatnya permintaan masyarakat menjelang bulan puasa.
- Dampak Program MBG: Persaingan stok antara kebutuhan pasar reguler dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memicu kelangkaan ayam dan telur.
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Kabupaten Jember mengalami inflasi bulanan sebesar 1,14 % pada Februari 2026. Angka ini menempatkan Jember sebagai wilayah dengan kenaikan inflasi tertinggi di Jawa Timur, melampaui Kota Probolinggo yang mencatat inflasi 1,12 % .
Kenaikan indeks harga konsumen ini didorong oleh kombinasi faktor musiman menjelang Ramadan, anomali cuaca, hingga dampak sosiopolitik dari implementasi program nasional di tingkat lokal.
Baca juga: Jadwal Buka Puasa Jember pada Hari Ini Rabu 11 Maret 2026, Cek Waktu Magrib dan Isya
Penyumbang Inflasi
Berdasarkan data BPS, lima komoditas utama yang menguras kantong warga Jember bulan ini adalah:
- Cabai Rawit: Berkontribusi 0,33 % terhadap inflasi.
- Emas Perhiasan: 0,27 % .
- Daging Ayam Ras: 0,22 % .
- Beras: 0,11 % .
- Jagung Manis: 0,07 % .
Kepala BPS Jember, Peni Dwi Wahyu Winarsih, menjelaskan bahwa kenaikan harga pangan pokok adalah fenomena tahunan yang berulang.
"Paling banyak inflasi dari bahan pangan pokok. Pedagang berlomba-lomba menaikkan harga supaya untung karena momennya tepat, semua orang butuh jelang Ramadan," ujarnya pada Rabu (11/3/2026).
Baca juga: Hobi Nonton “Dracin”, Warga Pamekasan dan Jember Dapat Hadiah Mobil dari Telkomsel dan WeTV
Harga Cabai
Khusus untuk cabai rawit, lonjakan harga dipicu oleh sisi hulu (produksi). Cuaca ekstrem dilaporkan merusak tanaman petani, sehingga pasokan ke pasar menyusut drastis. Kelangkaan barang yang bertemu dengan tingginya permintaan pasar otomatis mengatrol harga ke level yang signifikan.
Baca juga: Pemkab Jember Kebut Penambalan Jalan di 10 Titik, Amankan Arus Mudik Lebaran
Efek MBG
Tekanan harga juga akibat kompetisi pasokan. Peni menyebut keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut memengaruhi ketersediaan stok di pasar umum.
"Pasokan barang dari peternak jadi berebut antara SPPG dengan kebutuhan masyarakat biasa. Makanya daging ayam ras, telur, dan cabai rawit karena kenaikannya bulan ini," tutur Peni.
| Dalam Tiga Bulan, 10 Ibu Meninggal Saat Melahirkan di Jember |
|
|---|
| Tradisi Kupatan Jember, 36 Pegon Diarak 6 Km ke Pantai Watu Ulo |
|
|---|
| Suwar Suwir Jadi Oleh-oleh Favorit Lebaran di Jember, Omzet Penjual Rp 6 Juta Sehari |
|
|---|
| Pegadaian Jember Melayani Sepenuh Hati Lewat Program Gadai Bebas Bunga Jelang Lebaran |
|
|---|
| Dukung Ketahanan Pangan dari Desa, STAPA Center Kenalkan Program DEFA di 6 Kabupaten |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/Harga-ayam-pasar-ambulu.jpg)