Rabu, 22 April 2026

Mahasiswa Asal Jember Dievakuasi dari Iran Saat Perang, Kini Pulang

Mahasiswa asal Jember dievakuasi KBRI dari Iran saat konflik memanas dan kini telah kembali ke rumah.

Penulis: Imam Nawawi | Editor: Haorrahman
Tribun Jatim Timur/Imam Nawawi
PULANG : Muhammad Bagir, saat di rumahnya Kelurahan Mangli Kecamatan Kaliwates Jember, Jawa Timur, Senin (16/3/2026), Dia ungkap situasi di Iran saat perang menghadapi Israel-AS. 

Ringkasan Berita:
  • Mahasiswa asal Jember Muhammad Bagir dievakuasi dari Iran saat konflik memanas.
  • Bagir kuliah di Universitas Qom sejak 2022.
  • Evakuasi dilakukan melalui jalur darat ke Teheran lalu udara via Baku dan Istanbul menuju Jakarta.
  • Bagir sempat merasakan getaran serangan rudal di sekitar Kota Qom.
  • Meski konflik terjadi, aktivitas warga dan harga kebutuhan pokok di Iran masih relatif normal.

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Seorang mahasiswa Warga Negara Indonesia (WNI) asal Kabupaten Jember, Muhammad Bagir, akhirnya tiba di rumahnya di kawasan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Senin (16/3/2026). Ia baru saja dievakuasi dari Iran oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran setelah konflik bersenjata di negara tersebut memanas.

Bagir diketahui telah tinggal di Iran sejak 2022 untuk menempuh pendidikan di Universitas Qom, Kota Qom, dengan jurusan teknik komputer.

Baca juga: Jalani Umrah, Bupati Jember Sampaikan Kondisi Mekkah di Tengah Perang AS-Israel vs Iran

Setelah melalui proses evakuasi panjang, ia mengaku lega akhirnya dapat kembali ke tanah air dan berkumpul bersama keluarga menjelang Lebaran.

“Alhamdulillah lebih tenang juga, karena sempat kepikiran juga dengan keluarga. Terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri melalui KBRI di Iran,” ujarnya.

Baca juga: Persib Bandung Dibuat Gigit Jari 2 Kali di Bursa Transfer, Persik Kediri dan Klub Iran Aktornya

Dievakuasi Melalui Jalur Darat dan Udara

Bagir menjelaskan proses evakuasi WNI dari Kota Qom dilakukan melalui jalur darat menuju Teheran. Setelah itu, pada 10 Maret 2026 mereka diarahkan menuju wilayah perbatasan Iran dengan Turki.

Rombongan kemudian bergerak ke Baku, sebelum melanjutkan penerbangan menuju Istanbul. Dari sana, para WNI diterbangkan ke Jakarta.

“Dari Azarbaijan, Baku menuju Istanbul naik pesawat. Setelah dari Istanbul kembali lagi naik pesawat menuju Jakarta,” kata Bagir.

Baca juga: Diduga Pesta Seks Gay Saat Ramadan, 4 Pria di Jember Diamankan Polisi

Menurutnya, jalur udara dari Iran saat itu ditutup karena situasi perang, sehingga proses evakuasi harus melalui negara lain.

“Jalur udara di Iran tertutup karena situasi perang, jadi penerbangan dilakukan lewat Turki. Selama evakuasi kami dikawal KBRI Teheran dan KBRI Baku,” imbuhnya.

Sempat Rasakan Getaran Serangan Rudal

Selama berada di Iran, Bagir mengaku sempat merasakan dampak konflik yang terjadi antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat.

Ia menyebut serangan rudal sempat jatuh di sekitar wilayah Kota Qom, meski tidak sampai menimbulkan dampak sosial besar bagi masyarakat setempat.

“Tergolong kondusif, masyarakat masih biasa, yang belanja tetap belanja, yang belajar tetap belajar walaupun sekolah masih online,” jelasnya.

Baca juga: Rem Blong, Adu Banteng Dua Truk di Bondowoso, Pasutri Asal Jember Tewas

Bagir juga mengaku beberapa kali melihat jejak rudal di langit yang terlihat seperti asap bergerak cepat sebelum akhirnya menghilang.

Ia bahkan merasakan getaran saat terjadi serangan di sekitar dua kilometer dari pusat Kota Qom.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved