Rabu, 6 Mei 2026

LPG 3 Kg Langka

Ditutup Pertamina karena Diduga Timbun 1000 Tabung, Ini Tanggapan Pemilik Pangkalan

Pertamina tutup pangkalan LPG 3 kg di Lumajang setelah ditemukan 1.000 tabung kosong diduga ditimbun, ini tanggapan pemilik pangkalan.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Haorrahman
Tribun Jatim Timur/Imam Nawawi
DITUTUP: Anton, anak Pemilik Pangkalan LPG 3 Kg, Bagong Sumarno, di Dusun Kebonsari Desa Jarit Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yang ditutup Pertamina, Sabtu (11/6/4/2026). Dia ungkap alasan menimbun 1000 tabung LPG kosong. 

Ringkasan Berita:
  • Pertamina menutup pangkalan LPG 3 kg di Desa Jarit, Candipuro, Lumajang pada 11 April 2026.
  • Penutupan dilakukan setelah ditemukan sekitar 1.000 tabung gas melon kosong diduga ditimbun.
  • Anak pemilik pangkalan menyebut penumpukan tabung dilakukan atas arahan agen distributor.
  • Pangkalan tersebut telah beroperasi sekitar empat tahun dan melayani beberapa wilayah di lereng Semeru.
  • Polisi telah memeriksa tiga saksi dan akan mengembangkan penyelidikan dugaan pelanggaran distribusi LPG.

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Lumajang - Pertamina resmi menutup pangkalan LPG 3 kilogram milik Bagong Sumarno, di Dusun Kebonsari, Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (11/4/2026). Penutupan dilakukan setelah ditemukan dugaan penimbunan sekitar 1.000 tabung gas melon kosong di lokasi pangkalan tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian karena disebut menjadi salah satu penyebab kelangkaan LPG bersubsidi di kawasan lereng Gunung Semeru itu.

Baca juga: BREAKING NEWS: Timbun hingga 1.000 Tabung, Pangkalan LPG 3 Kg di Lumajang Ditutup Pertamina 

Penimbunan Tabung Kosong

Anton, anak pemilik pangkalan, menyatakan penumpukan tabung kosong tersebut dilakukan atas arahan dari agen distributor LPG.

“Itu diperintah langsung oleh agen,” ujar Anton saat ditemui sejumlah awak media.

Menurut Anton, tabung-tabung kosong tersebut dikumpulkan agar proses bongkar muat gas dari truk pengangkut dapat berlangsung lebih cepat.

“Dari agen Sri Dewi, diperintah agen iya biar bongkar enak, biar cepat untuk kita ambil di SPBE lagi,” katanya.

Ia menjelaskan, setiap kali distribusi datang, pangkalan menerima sekitar 560 tabung LPG 3 kilogram. Tabung tersebut kemudian didistribusikan kepada pengecer yang berada dalam jaringan pangkalan.

“Kalau alokasinya 100 tabung, sisanya nanti dibagi-bagi ke pengecer pengecer,” ujarnya.

Baca juga: Sebabkan Kelangkaan, Polisi Periksa 3 Orang Dugaan Penimbunan LPG 3 Kg di Lumajang

Beroperasi Empat Tahun

Anton mengungkapkan pangkalan tersebut telah beroperasi selama kurang lebih empat tahun dan melayani kebutuhan LPG masyarakat di sejumlah wilayah sekitar lereng Gunung Semeru.

“Melayani wilayah Pasirian, Candipuro dan Pronojiwo,” ucapnya.

Menanggapi temuan tersebut, Sekretaris DPC Hiswana Migas Besuki, Joko Cahyono, mengatakan pihaknya lebih berperan dalam pembinaan pangkalan agar menjalankan distribusi sesuai standar operasional.

“Kalau Hiswana itu sifatnya pembinaan, agar mengikuti SOP pangkalan,” katanya.

Ia menambahkan, penanganan lebih lanjut terhadap dugaan pelanggaran akan menjadi kewenangan aparat penegak hukum dan Pertamina.

Baca juga: Bupati Lumajang Batasi Harga LPG 3 Kg di Pengecer Maksimal Rp 20 Ribu per Tabung, Ini Syaratnya

Periksa Tiga Saksi

Wakapolres Lumajang Kompol Suwarno menyatakan polisi telah memeriksa tiga orang saksi dalam tahap awal penyelidikan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved