Kamis, 11 Juni 2026

Gunung Semeru Erupsi

Status Gunung Semeru Turun, Normalisasi Aliran Lahar Dipercepat

Status Gung Semeru turun, pemulihan pascaerupsi dipercepat dengan normalisasi aliran lahar dan perbaikan tanggul.

Tayang:
Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Haorrahman
ist/Polres Lumajang
DIBERSIHKAN: Petugas dengan alat berat melakukan normalisasi aliran lahar Sungai Curah Kobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur seiring menurunnya status Gunung Semeru menjadi siaga. 
Ringkasan Berita:
  • Status Gunung Semeru turun dari Awas ke Siaga III, penanganan lapangan langsung dipercepat.
  • Fokus utama: normalisasi aliran Sungai Curah Kobokan dan perbaikan tanggul yang jebol.
  • Ekskavator bekerja nonstop mengangkat material lahar dingin yang masih menumpuk
  • Pemkab Lumajang menyiapkan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascaerupsi untuk diajukan ke pusat.

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Lumajang - Status Gunung Semeru turun dari Awas menjadi Siaga III. Setelah aktivitas vulkanik mereda, petugas gabungan mulai memfokuskan pekerjaan pada normalisasi aliran lahar, terutama sepanjang Sungai Curah Kobokan di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Sejak Minggu (30/11/2025), tim kepolisian bersama Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur melakukan pengecekan sekaligus mempercepat pembersihan jalur sungai.

Personel yang diturunkan terdiri dari Dit Samapta Polda Jatim, Sat Brimob, Polres Lumajang, serta jajaran polsek di sekitar lokasi.

Mereka menggunakan alat berat membersihkan sungai yang masih dipenuhi material vulkanik.

Baca juga: Pemkab Lumajang Izinkan Tambang Pasir Semeru Beroperasi Lagi dengan Aturan Ketat

 Sebelum pembangunan ulang tanggul yang jebol dilakukan, petugas koordinasi untuk memetakan kerusakan dan menentukan titik prioritas yang perlu segera dinormalkan.

Satu unit ekskavator Dinas PU SDA mengangkat tumpukan material lahar.

Kasi PIDM Si Humas Polres Lumajang, Ipda Untoro, mengatakan pemulihan tanggul dan normalisasi sungai saat ini menjadi prioritas utama, karena kerusakan tanggul sebelumnya menyebabkan aliran lahar sempat mengarah ke permukiman warga.

“Pengerjaan tanggul maupun normalisasi sungai harus dipercepat. Ini mendesak untuk mencegah banjir lahar susulan, terutama saat curah hujan tinggi,” ujar Untoro, Senin (1/12/2025).

Baca juga: Relokasi Hunian Baru untuk Warga Semeru Akan Dibangun di Pronojiwo Lumajang

Ia menambahkan, polisi akan terus berjaga di area pekerjaan untuk memastikan keamanan alat berat dan membantu kelancaran proses normalisasi. 

Sekda Lumajang Agus Triyono mengatakan pemerintah daerah mulai menyiapkan dokumen rencana rehabilitasi dan rekonstruksi setelah fase tanggap darurat berakhir. Dokumen tersebut akan diajukan ke pemerintah pusat agar pemulihan mencakup sektor sosial, ekonomi, hingga lingkungan.

“Tujuannya agar masyarakat terdampak bisa mendapatkan perlindungan berkelanjutan dan dapat kembali membangun kehidupan yang lebih aman,” ujarnya.

(TribunJatimTimur.com)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved