Selasa, 21 April 2026

Gempa Banyuwangi

Pemkab Situbondo Dirikan Dapur Umum Bantu Korban Gempa 

Pemkab Situbondo dirikan dapur umum di Banyuputih untuk bantu ratusan warga korban gempa Situbondo-Banyuwangi.

Penulis: Izi Hartono | Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur.com/Izi Hartono
DAPUR UMUM: Petugas dapur umum saat membungkus nasi untuk korban bencana gempa di Situbondo, Sabtu (27/9/2025). Pemkab Situbondo mendirikan posko dapur umum untuk membantu warga terdampak gempa bumi yang merusak puluhan rumah di empat desa di Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Situbondo - Pemkab Situbondo mendirikan posko dapur umum untuk membantu warga terdampak gempa bumi yang merusak puluhan rumah di empat desa di Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur.

Dapur umum dipusatkan di Kantor Kecamatan Banyuputih agar mudah menjangkau lokasi terdampak. Kepala Dinas Sosial Situbondo, Timbul Surjanto, menjelaskan posko ini menyiapkan ratusan porsi makanan setiap hari untuk para pengungsi.

“Bantuan makanan diproses di dapur umum dan didistribusikan ke masyarakat. Setiap hari kami menyiapkan sekitar 600 bungkus nasi untuk lebih dari 500 warga terdampak,” kata Timbul, Jumat (26/9/2025).

Baca juga: Gempa Banyuwangi, Bangunan Rusak di Situbondo Bertambah Menjadi 118 Unit

Timbul menambahkan, dapur umum akan beroperasi sambil menunggu keputusan bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terkait durasi layanan.

“Kami belum bisa memastikan sampai kapan dapur umum ini berjalan. Semua bergantung situasi dan kondisi di lapangan,” ujarnya.

Sebelumnya, gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 5,7 mengguncang wilayah Banyuwangi, Kamis (25/9/2025). Gempa ini berpusat di laut, sekitar 40 kilometer timur laut Banyuwangi, dengan kedalaman 12 kilometer. Guncangan terasa kuat hingga Kabupaten Situbondo.

Baca juga: Nenek 91 Tahun di Jember Tertimpa Rumah Roboh Akibat Gempa Banyuwangi

Akibat gempa, puluhan rumah di Desa Sumberwaru, Wonorejo, Sumberanyar, dan Sumberrejo mengalami kerusakan, terutama retak pada dinding. Bahkan, satu rumah dilaporkan roboh.

Sejumlah warga memilih bertahan di luar rumah karena khawatir terjadi gempa susulan.

“Saat gempa terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, saya sedang berada di dalam kamar. Getarannya sangat kuat hingga membuat kami segera keluar rumah,” tutur Hariyadi, warga Desa Sumberanyar.

Selain dapur umum, pemerintah daerah bersama BPBD juga melakukan pendataan kerusakan rumah dan menyalurkan bantuan darurat. Langkah ini diharapkan bisa meringankan beban masyarakat hingga kondisi kembali normal.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved