Senin, 13 April 2026

Tanah Longsor di Situbondo, Akibatkan Dua Rumah Warga Rusak

Hujan deras dan cuaca ekstrem di Situbondo memicu tanah longsor di Banyuglugur. Dua rumah warga rusak, BPBD imbau masyarakat waspada.

Penulis: Izi Hartono | Editor: Haorrahman
Tribun Jatim Timur/Izi Hartono
LONGSOR-Cuaca ektrim dan hujan deras di wilayah Situbondo, tidak hanya menyebabkan ribuan rumah terendam banjir, namun juga menyebabkan dua rumah di Kabupaten Situbondo, rusak diterjang tanah longsor. 
Ringkasan Berita:
  • Cuaca ekstrem memicu tanah longsor di Kabupaten Situbondo
  • Dua rumah warga di Kecamatan Banyuglugur mengalami kerusakan
  • Longsor terjadi Rabu malam sekitar pukul 20.00 WIB
  • Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut
  • Kerugian material masih dalam proses pendataan

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Situbondo - Cuaca ekstrem disertai hujan deras yang melanda Kabupaten Situbondo tidak hanya menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, tetapi juga memicu bencana tanah longsor. Akibatnya, dua rumah warga di Kecamatan Banyuglugur dilaporkan mengalami kerusakan.

Dua rumah yang terdampak longsor masing-masing milik Korma, warga Desa Kalisari, dan Bukarman, warga Desa Tepos. Material tanah yang labil akibat hujan deras menimpa bangunan rumah semi permanen tersebut.

Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Situbondo, Puriyono, mengatakan pihaknya menerima laporan tidak hanya terkait banjir, tetapi juga adanya kejadian tanah longsor di dua desa tersebut.

Baca juga: Banjir Rendam Ribuan Rumah di Situbondo, 9 Desa di Lima Kecamatan Terdampak

“Kami menerima laporan kejadian tanah longsor yang terjadi pada Rabu (22/01/2026) sekitar pukul 20.00 WIB,” ujar Puriyono, Jumat (23/01/2026).

Menurut Puriyono, peristiwa tanah longsor tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, dampak kerusakan cukup signifikan pada bagian bangunan rumah warga.

“Tidak ada korban jiwa, tetapi dua rumah warga mengalami kerusakan. Dinding rumah jebol akibat tertimpa material longsor,” jelasnya.

Hingga saat ini, BPBD Situbondo masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan besaran kerugian akibat bencana tersebut. Nilai kerusakan masih dalam proses penaksiran oleh masing-masing pemilik rumah.

Baca juga: Wabup Situbondo Takziah ke Rumah Korban Banjir Tewas Kesetrum Listrik

“Untuk kerugian material masih ditaksir oleh pemilik rumah,” tambahnya.

Puriyono juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi cuaca ekstrem masih diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati selama cuaca ekstrem dan hujan deras yang disertai angin kencang dalam sepekan ke depan,” tegasnya.

BPBD Situbondo, lanjut Puriyono, terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat guna meminimalkan risiko bencana.

“Kami tidak akan bosan mengedukasi masyarakat selama cuaca ekstrem ini, karena keselamatan warga menjadi prioritas utama,” tambahnya.

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved