Longsor Situbondo
Tembok Penahan Jalan di Situbondo Ambrol Timpa Rumah Warga
Hujan lebat menyebabkan tembok penahan jalan di Situbondo longsor dan menimpa rumah warga. Kerugian ditaksir Rp145 juta.
Penulis: Izi Hartono | Editor: Haorrahman
Ringkasan Berita:
- Hujan lebat memicu longsor tembok penahan jalan di Desa Baderan, Situbondo
- Longsoran menimpa rumah warga dan menjebol dinding bangunan
- Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut
- Tanah gembur diduga menjadi penyebab utama longsor
- Total kerugian ditaksir mencapai Rp 145 juta
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Situbondo - Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, memicu longsornya tembok penahan tanah (TPT) di jalan raya Desa Baderan, Kamis (5/2/2026) malam.
Longsoran tembok penahan tanah sepanjang sekitar 20 meter dengan ketinggian 30 meter tersebut menimpa rumah milik Murtade (40), warga setempat. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, dinding rumah korban dilaporkan jebol akibat tertimpa material longsor.
Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalop) BPBD Situbondo, Puriyono, mengatakan laporan kejadian tersebut sekitar pukul 20.30 WIB.
“Tembok penahan tanah itu longsor sekitar pukul 18.15 WIB,” ujar Puriyono, Jumat (6/2/2026).
Baca juga: Ngaku Dipukul dan Uangnya Dirampas, Pemuda di Situbondo Lapor Polisi
Menurutnya, hujan deras mulai mengguyur wilayah Kecamatan Sumbermalang sejak pukul 16.30 WIB. Kondisi tersebut membuat tanah di sekitar bahu jalan menjadi gembur hingga akhirnya tembok penahan tanah ambrol.
“Tembok itu longsor diduga karena kondisi tanah yang gembur akibat hujan deras,” jelasnya.
Puriyono menuturkan, saat kejadian pemilik rumah tengah berada di ruang tamu. Korban sempat mendengar suara gemuruh sebelum akhirnya keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Baca juga: Pria Terduga Pelaku Pelecehan di Situbondo, Nyaris Dihajar Warga
“Setelah keluar rumah, pemilik melihat tumpukan tanah longsor sudah menjebol dinding rumahnya,” katanya.
Selain merusak rumah warga, bencana tanah longsor tersebut juga menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur tembok penahan tanah jalan raya.
“Untuk estimasi kerugian, rumah warga sekitar Rp 25 juta dan kerusakan tembok penahan tanah diperkirakan mencapai Rp 120 juta,” pungkas Puriyono.
BPBD Situbondo mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/AMBRUK-Tim-gabungan-saat-mengecek-kondisi-tembok-penahan-tanah-yang-ambruk.jpg)