Berita Malang
Unitri Angkat Desa Tulungrejo Batu ke Panggung Internasional Lewat ACLA dan AAC 2025
Unitri Angkat Desa Tulungrejo Batu ke Panggung Internasional Lewat ACLA dan AAC 2025
Penulis: Rifky Edgar | Editor: Rendy Nicko Ramandha
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, BATU - Rangkaian kegiatan ASEAN Cultural Landscape Association (ACLA) dan ASEAN Academy of Culture (AAC) yang digelar oleh Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) di Kota Batu telah memasuki hari kedua, Jumat (29/8/2025).
Setelah sebelumnya kegiatan digelar dengan agenda seminar internasional di Balaikota Among, kini para peserta diajak untuk melakukan pengabdian masyarakat.
Pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Tulungrejo Kota Batu, yang lokasinya berada tak jauh dari wisata Selecta.
Sekitar 50 peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa, baik dari dalam maupun luar negeri, ikut ambil bagian.
Mereka berasal dari berbagai perguruan tinggi di Malang, Surabaya, Gresik, hingga Sidoarjo, serta mahasiswa internasional dari Thailand dan Tiongkok.
Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh tamu-tamu VIP yakni,Mr. Chun Hong Duck dari Chairman International Cultural Foundation Korea, Ms. Jung Eun Hye dari 20th National Congresswoman in Korea dan Prof. Chun Hyun Jin dari School of Art, Nanjing University Aerounastic and Austronautics, China yang menjadi sorotan utama dalam forum internasional tersebut.
Kehadiran mereka menunjukkan dukungan kuat terhadap pengembangan kolaborasi budaya dan akademik antarnegara, sekaligus memperkuat posisi Unitri di mata dunia.
"Tujuannya agar kegiatan ini tidak berhenti pada sharing knowledge saja, tapi juga menghasilkan kontribusi nyata untuk masyarakat," kata Koordinator International Community Service Unitri Malang, Sulih Indrawati, S.Sos., MA.
Para peserta dibagi menjadi lima kelompok dengan fokus bahasan berbeda.
Mereka melakukan observasi lapangan di Desa Tulungrejo dan kawasan wisata Watu Gede, lalu mempresentasikan hasil diskusi.
Observasi ini lebih membahas terkait pengelolaan lanskap, strategi branding, hingga pengembangan produk UMKM lokal.
Beberapa catatan penting muncul, mulai dari potensi Watu Gede dikembangkan sebagai edu-park, hingga perlunya pencantuman informasi bahan dan tanggal kedaluwarsa pada produk makanan UMKM jika ingin menembus pasar internasional.
"Perspektif peserta internasional ini membuka wawasan baru, misalnya pentingnya detail informasi produk yang selama ini luput dari perhatian kita," jelasnya.
Bagi Unitri, kegiatan ini menjadi tonggak penting untuk memperkenalkan kampus dan Kota Batu ke panggung internasional.
Selain pertama kalinya menjadi tuan rumah simposium ACLA, ini juga debut mereka menyelenggarakan pengabdian masyarakat internasional secara mandiri.
Unitri
Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Kota Batu
ASEAN Cultural Landscape Association
ASEAN Academy of Culture
Desa Tulungrejo
TribunJatimTimur.com
Advertorial
Unitri Perkenalkan Arsitektur Lanskap Lewat Seminar Internasional di Kota Batu |
![]() |
---|
Profesor Amir Hamzah Dikukuhkan jadi Guru Besar Bidang Restorasi dan Remediasi Tanah Unitri Malang |
![]() |
---|
UMM Luncurkan Program Beasiswa Indonesia Emas |
![]() |
---|
FKUB dan Dinkes Kota Malang Gelar Edukasi dan Pemeriksaan Kesehatan di Puskesmas Mojolangu dan Janti |
![]() |
---|
Gebyar Merdeka di Informa Sawojajar dan MOG Malang, Cashback Hingga 17 Persen Plus Hadiah Premium! |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.