Jumat, 1 Mei 2026

Pasuruan Super League

Spanduk Protes 'Persekabpas Bukan Milik Keluarga' Muncul saat Laga Final Pasuruan Super League

Spanduk Protes “Persekabpas Bukan Milik Keluarga” Muncul Dalam Laga Final Pasuruan Super League

Tayang:
Galih Lintartika/TribunJatimTimur.com
SPANDUK RAKSASA - Spanduk protes sakera mania dipasang saat laga final Pasuruan Super League Bupati Cup yang mempertemukan Nguling FC vs Lekok United di Stadion R Soedrasono Pogar Bangil. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, PASURUAN - Ada yang menarik dalam pertandingan final Pasuruan Super League Bupati Cup 2025 yang mempertemukan tim Nguling FC dan Lekok United di Stadion R Soedrasono Pogar Bangil, Senin (29/9/2025) sore.

 

Di tengah pertandingan berlangsung, muncul sebuah spanduk protes berukuran raksasa di sisi selatan tribun penonton. Spanduk besar itu bertuliskan “Persekabpas Bukan Milik Keluargamu, Mundur”.

Tidak diketahui pasti apa yang tersirat dari pesan yang disampaikan dalam spanduk protes tersebut. Yang perlu diketahui, spanduk protes itu disertai lengkap dengan logo dan gambar suporter Persekabpas Pasuruan.

Saat dikonfirmasi, Direktur PT Persekabpas Laskar Sakera Gaung Andaka Purbangkara mengaku tidak paham dengan apa yang dimaksud dari spanduk itu. Dia mengaju saat ini pihaknya sedang fokus untuk persiapan kompetisi.

“Kami sekarang fokus untuk mempersiapkan liga, karena sudah berjalan cukup lama ini. Semoga doa dan support seluruh warga pasuruan dapat terus mengalir pada Persekabpas,” katanya saat dihubungi melalui whatsapp.

Ketua Yayasan Suporter Sakeramania Pasuruan Rosul mengatakan, pemasangan spanduk protes ini merupakan aspirasi dari para suporter yang ingin ada perubahan signifikan dalam kepengurusan tim Persekabpas.

“Jadi, banyak faktor munculnya spanduk kemarin. Kami mendengar banyak curhatan dari pemain, suporter. Ada banyak keresahan - keresahan yang mereka rasakan, makanya kami sampaikan pesan ini,” terangnya.

Disampaikan Rosul, Persekabpas adalah tim milik Pasuruan, bukan milik perseorangan. Dia mengakui, dulu yayasan suporter yang mendesak adanya perubahan bentuk, Persekabpas menjadi PT atau dikelola swasta.

Sayangnya, dalam pembentukan PT itu, yayasan suporter tidak dilibatkan. Dan tiba - tiba kepengurusan PT ini ada tanpa ada keterbukaan atau transparansi dalam penyusunan dan sebagainya.

“Puncaknya adalah ketika tiba - tiba muncul hutang ke pemilik saham Persekabpas di akhir musim kemarin. Ini yang membuat kami resah, membuat kami khawatir. Makanya kami ingin ada perbaikan,” urainya.

Terpisah, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo saat ditemui usai penyerahan hadiah kepada para pemenang menyebut bisa jadi pemasangan spanduk berisikan nada protes itu salah satu bentuk ekspresi sakera mania.

“Intinya, kalau Persekabpas mau satu suara dengan Pemerintah Daerah, kami siap support penuh dan dukungan untuk Persekabpas. Dan saya pastikan tidak lama naik ke liga 2,” tambahnya singkat.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

(Galih Lintartika/TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved