Kamis, 11 Juni 2026

Berita Pasuruan

Menurun Rp 600 Miliar, APBD Pasuruan 2026 Ditetapkan Rp 3,9 Triliun

APBD tahun 2026 Kabupaten Pasuruan ini menurun sekitar Rp 600 Miliar imbas pemotongan Transfer ke Daerah (TKD).

Tayang:
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur.com/Galih Lintartika
PENGESAHAN: Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo berfoto bersama dengan pimpinan DPRD Kabupaten Pasuruan usai penandatanganan APBD tahun 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pasuruan Tahun 2026 disahkan, Rabu (26/11/2026) sore.
  • APBD tahun 2026 Kabupaten Pasuruan ini menurun sekitar Rp 600 Miliar imbas pemotongan Transfer ke Daerah (TKD).
  • Dalam paripurna, disepakati anggaran belanja untuk tahun 2026 sebesar Rp 3,9 triliun sekalipun anggaran pendapatan diproyeksikan hanya Rp 3,5 triliun. 

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan - Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pasuruan Tahun 2026 disahkan, Rabu (26/11/2026) sore dalam paripurna di gedung DPRD Kabupaten Pasuruan.

Pengesahan raperda APBD ini menjadi tanda berakhirnya pembahasan panjang yang dilakukan antara eksekutif dan legislatif selama beberapa pekan terakhir. 

Pengesahan ditandai dengan penandatanganan antara Bupati Pasuruan bersama empat pimpinan DPRD. 

Baca juga: Ditunjuk Tuan Rumah Babak Penyisihan Liga 4 Jatim, Pasuruan United Siap Sapu Bersih Kemenangan

APBD tahun 2026 Kabupaten Pasuruan ini menurun sekitar Rp 600 Miliar imbas pemotongan Transfer ke Daerah (TKD). Meski demikian, tahun depan, eksekutif dan legislatif bersepakat tetap melakukan pembangunan untuk Kabupaten Pasuruan.

Dalam paripurna, disepakati anggaran belanja untuk tahun 2026 sebesar Rp 3,9 triliun sekalipun anggaran pendapatan diproyeksikan hanya Rp 3,5 triliun. Defisit sekitar Rp 400 Miliar akan ditutup dengan biaya netto, atau SILPA dan pendapatan lain yang sah.

Baca juga: Pemkab Pasuruan Percepat Digitalisasi Aset Daerah, Cegah Penyalahgunaan dan Tingkatkan PAD

Konstruksi APBD tahun 2026 ini, DPRD dan Pemkab Pasuruan berkomitmen dalam membangun, menata dan memperbaiki Kabupaten Pasuruan sekalipun ditengah bada efisiensi dan aturan pengurangan TKD Oleh pemerintah pusat.

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat menyampaikan terima kasih kepada pimpinan, dan anggota DPRD, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan staff yang sudah bekerja keras dalam menyelesaikan program APBD 2026.

"Ini adalag wujud kepedulian antara Pemkab Pasuruan dan DPRD dalam pengelolaan keuangan daerah yang maksimal dan tepat sasaran untuk bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pasuruan," katanya.

Baca juga: Kado Hari Guru Nasional, FIFGROUP Kabupaten Pasuruan II Bangun Rumah Pembibitan di SMKN 1 Purwosari

Dia menyadari bahwa proses tersebut sangat membutuhkan energi dan pemikiran yang prima, dan hal ini bisa terlaksana karena adanya motifasi, kebersamaan, dan tanggung jawab bersama melalui mekanisme konsultasi, klarifikasi dan konfirmasi.

"Mudah-mudahan, apa yang disepakati bersama hari ini, bisa memberikan manfaat, dan kebaikan untuk masyarakat Kabupaten Pasuruan. Kami bersama Pemkab akan berusaha maksimal untuk menyusun APBD sebaik mungkin," papar dia. 

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo mengatakan, penurunan APBD sebesar Rp 600 miliar tidak boleh mengurangi semangat untuk membangun. Dia memastikan, program-program yang berdampak langsung ke masyarakat akan tetap mendapatkan prioritas. 

Misalnya, pendidikan, infrastruktur, kemudian program - program yang lain dan berkaitan dengan masyarakat. Di sisi lain, kata Mas Rusdi, sapaan akrabnya, pihaknya juga akan koordinasi dengan pihak  untuk mendapatkan program dari pemerintah pusat. 

Baca juga: Menuju Pasuruan Lebih Terang, Ribuan PJU Mulai Dipasang di Beberapa Titik

"Seperti Bapres ataupun Inpres dan DAK dari pemerintah pusat. Tambahan-tambahan itu yang akan bisa membantu kami untuk bisa membangun Kabupaten Pasuruan lebih maju, sejahtera dan berkeadilan," tambah dia.

Mas Rusdi mencontohkan, salah satu program yang tetap dipertahankan adalah TPP pegawai tidak ada potongan. Ia menyebut, program sekunder tersier yang lain akan dievaluasi. Hanya program primer yang akan digenjot sesuai dengan kebutuhan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved