Berita Pasuruan
Mobil Dihadang dan Dikeroyok OTK di Pasuruan, Pemuda Asal Pandaan Babak Belur
Pemuda asal Pasuruan menjadi korban dugaan pengeroyokan setelah mobilnya dihadang sekelompok orang tak dikenal di Sukorejo.
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Haorrahman
Ringkasan Berita:
- Pemuda asal Pasuruan menjadi korban dugaan pengeroyokan di Sukorejo.
- Mobil korban dihadang sejumlah orang tak dikenal pada dini hari.
- Korban dituding membawa kabur mobil rental.
- Korban mengalami luka dan sempat tidak sadarkan diri.
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan - Seorang pemuda bernama Ali Ahmad menjadi korban dugaan penganiayaan setelah mobil yang dikemudikannya dihadang dan dirinya dikeroyok sekelompok orang tak dikenal di wilayah Babatan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Senin (22/12/2025) dini hari.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 00.28 WIB di jalur alternatif dekat rel kereta api kawasan Babatan. Akibat kejadian tersebut, Ali mengalami sejumlah luka dan sempat tidak sadarkan diri sehingga membutuhkan perawatan medis.
Baca juga: Potensi Eks Persib Bandung Bakal Gabung Persija, 2 Bocoran Terbaru Muncul, Jakmania Full Senyum?
Kronologi Kejadian
Insiden bermula ketika Ali menerima panggilan telepon dari rekannya berinisial ARF sekitar pukul 00.22 WIB. Dalam percakapan itu, ARF meminta Ali datang ke wilayah Pandaan dengan membawa mobil yang disebut sebagai kendaraan titipan.
Menindaklanjuti permintaan tersebut, Ali berangkat dari rumah dan memilih melintasi jalur alternatif melalui Dusun Lawatan, Desa Kalirejo, Kecamatan Sukorejo, yang merupakan jalan tembus menuju Desa Suwayuwo.
Namun setibanya di kawasan Babatan, mobil yang dikemudikannya tiba-tiba dihadang beberapa kendaraan lain. Akses jalan tertutup dari arah depan dan belakang.
Awalnya Ali mengira para penghadang hanya sesama pengguna jalan. Situasi berubah ketika sejumlah orang mendekati mobilnya dan berusaha memecahkan kaca depan serta samping kendaraan.
Ali kemudian dituding membawa kabur mobil rental milik kelompok tersebut.
“Saya takut itu perampokan. Saya tidak mau membuka pintu. Mereka memaksa dan hendak memecahkan kaca,” ujar Ali.
Baca juga: Tim Gabungan Bondowoso Jaga Ketat dan Sterilisasi Gereja Saat Perayaan Natal 2025
Dalam kondisi panik, Ali sempat menghubungi atasannya di tempat ia bekerja, Villa Morena, untuk melaporkan bahwa dirinya sedang dihadang sekelompok orang.
Demi menghindari risiko terkena pecahan kaca, Ali akhirnya mematikan mesin dan keluar dari mobil untuk mencoba berkomunikasi. Namun tanpa penjelasan, ia justru langsung dipukul dan dikeroyok.
Ali sempat berteriak meminta pertolongan. Teriakan itu terdengar oleh warga sekitar yang tengah beraktivitas di area persawahan. Warga yang mengenali korban kemudian berdatangan ke lokasi.
Meski demikian, aksi kekerasan disebut belum berhenti. Ali mengaku diseret dan dimasukkan ke dalam mobil lain milik para pelaku.
“Saya dimasukkan ke dalam mobil dan diancam akan dibawa keluar daerah. Di dalam mobil saya terus dipukuli sampai lemas. Beruntung ada warga yang berani menolong. Setelah itu saya pingsan,” ungkapnya.
Respons Rekan dan Aparat
Baca juga: Nyusul Bernardo Tavares ke Persebaya? Santer Kabar 2 Pemain PSM Makassar Out, 1 Nama Masuk Radar
| Berbagi Bahagia, Politisi Gerindra Ajak Pedagang Kecil Belanja Gratis Selama Tiga Menit |
|
|---|
| Tersangka TPPU Narkoba Ajukan Gugatan Praperadilan, Polisi Dinilai Langgar Prosedur |
|
|---|
| Lantik Pengurus KNPI, Mas Rusdi Pesan Jaga Kekompakan untuk Kontribusi Bangun Pasuruan |
|
|---|
| BHS Salurkan Bantuan Rp 9,3 Juta untuk Korban Kebakaran di Gempol Kabupaten Pasuruan |
|
|---|
| Hadiri Wisuda Tahfidz, Gus Shobih : Ini Jadi Bekal Karakter Berakhlak Berlandas Al-Qur’an |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/Korban-pengeroyokan-pasuruann.jpg)