Selasa, 21 April 2026

Berita Pasuruan

Gotong Royong Tanam 1.000 Pohon di Lereng Arjuno-Welirang Pasuruan

DPRD Pasuruan bersama pelajar, masyarakat, dan perusahaan menanam 1.000 pohon di lereng Arjuno-Welirang untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Haorrahman
ist/Galih Lintartika
TANAM POHON-Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, bersama puluhan pelajar, masyarakat hingga perusahaan gotong - royong untuk melakukan penghijauan sebagai upaya untuk menjaga lingkungan hidup dan alam. 
Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 1.000 pohon ditanam di lereng Gunung Arjuno-Welirang
  • Aksi diikuti sekitar 500 peserta dari pelajar, masyarakat, hingga perusahaan
  • Pelajar berasal dari SD, SMP, dan SMA di Pasuruan dan Malang
  • Penghijauan sebagai upaya menjaga hutan dan mencegah bencana alam

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan - Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, bersama puluhan pelajar, masyarakat hingga perusahaan gotong - royong untuk melakukan penghijauan sebagai upaya untuk menjaga lingkungan hidup dan alam.

Ada 1.000 pohon yang ditanam 500 orang itu. Diantaranya pelajar mulai tingkat SD, SMP, SMA dari Pasuruan dan Malang. Ada juga pegiat lingkungan, dan Yayasan Grojokan Sewu. 

Tidak hanya itu, stakeholder terkait seperti perusahaan dan lainnya juga turun dalam acara bakti sosial. Penanaman dilakukan di lereng Gunung Arjuno Welirang yang ada di wilayah Tretes, Kecamatan Prigen, Rabu (14/1/2026).

Baca juga: Pasuruan United Matangkan Persiapan 16 Besar Liga 4 Jatim

“Sesuai instruksi Ketum PDI Perjuangan bu Mega, partai dan kader banteng harus menjadi motor penggerak dalam hal kelestarian hutan untuk menjaga dan merawat Ibu Pertiwi,” kata Bendahara DPC PDI Perjuangan Sugiyanto.

Kegiatan  dilaksanakan bersama-sama dengan tujuan meningkatkan kesadaran kolektif dalam penanaman dan melestarikan hutan demi keberlangsungan lingkungan dan masa depan bumi.

“Yang melatarbelakangi gerakan penanaman ini adalah bencana alam di wilayah Aceh, Sumbar, dan Sumut Utara yang menimbulkan duka mendalam, kerusakan harta benda, bahkan merenggut nyawa,” kata dia.

Baca juga: Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswi UMM Digelar di Batu dan Pasuruan

Sugiyanto menyebut, salah satu penyebab bencana alam itu karena deforestasi dan alih fungsi hutan yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu demi keuntungan sepihak. Sehingga alam menuntut pertanggungjawabannya.

Hal ini menunjukkan bahwa masih terdapat pengelolaan sumber daya alam yang belum dikelola dengan baik dan juga memperhatikan keseimbangan lingkungan. Maka, ini yang harus diubah dan dicegah.

“Kegiatan ini menjadi catatan penting agar semakin sadar akan fungsi dan peran hutan sebagai penyangga kehidupan. Hutan tidak hanya berperan menjaga keseimbangan ekosistem semata,” ungkap dia.

Akan tetapi, kata dia, hutan juga bisa mencegah terjadinya bencana seperti banjir dan tanah longsor. Hutan memiliki peran yang sangat vital, yakni daerah resapan air hujan yang menjadi sumber mata air.

“Kami sampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat, para pemangku kepentingan, serta perusahaan yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” tambah dia. 

(TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved