Minggu, 31 Mei 2026

Berita Pasuruan

Sakera Mania Mengadu ke DPRD, Desak Persekabpas Berbenah Total

Suporter Sakera Mania mendatangi DPRD Pasuruan, mendesak pembenahan manajemen Persekabpas yang stagnan di Liga 3.

Tayang:
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Haorrahman
Tribun Jatim Timur/Galih Lintartika
MENGADU : Perwakilan Sakera Mania, suporter tim Persekabpas Pasuruan saat ditemui Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat bersama jajarannya di gedung dewan. 

Ringkasan Berita:
  • Sakera Mania menyampaikan aspirasi ke DPRD Pasuruan.
  • Persekabpas dinilai stagnan dan gagal naik kasta di Liga 3.
  • Suporter mendesak pembenahan tata kelola klub.
  • DPRD siap memfasilitasi pertemuan lintas pihak.
  • Manajemen menegaskan Persekabpas tidak dijual dan tetap milik 50 klub.

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan - Puluhan perwakilan suporter Persekabpas Pasuruan yang tergabung dalam Sakera Mania mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pasuruan, Rabu (11/2/2026) siang. Mereka menyampaikan aspirasi dan kegelisahan terkait kondisi klub kebanggaan daerah yang dinilai stagnan.

Ketua Yayasan Suporter Sakera Mania, Rosul, mengatakan dalam dua musim terakhir Persekabpas belum mampu melangkah lebih jauh di kompetisi Liga 3. Langkah tim selalu terhenti di babak delapan besar, tanpa kemajuan signifikan menuju Liga 2.

“Kami ingin difasilitasi bertemu Pemda, pemilik PT Persekabpas, klub internal, dan suporter. Duduk bersama membahas masa depan Persekabpas,” ujar Rosul.

Menurutnya, pembenahan tata kelola klub menjadi kunci agar Persekabpas dapat berkembang. Ia menekankan bahwa Persekabpas dimiliki oleh 50 klub anggota, sehingga jika ada investor yang berminat terlibat, harus ada kesepakatan yang jelas dan tertulis.

Baca juga: Lolos Final Liga 4, Manajemen Pasuruan United Gelontorkan Bonus Rp 642 Juta

“Kalau ada yang mau memegang atau membiayai, buat MoU yang terang. Jangka waktunya berapa lama, skemanya seperti apa. Jangan abu-abu,” tegasnya.

Rosul juga menyinggung beredarnya informasi mengenai rencana pelepasan klub yang disertai kewajiban pelunasan utang. Kondisi tersebut dinilai menambah keresahan suporter karena memunculkan kesan klub bisa diperjualbelikan.

“Kami hanya ingin Persekabpas berkembang, naik kelas, bukan stagnan tanpa kepastian,” tambahnya.

Baca juga: Persekabpas Pasuruan Puncaki Klasemen Liga 3 Seusai Kalahkan Wanaal Brothers, Skor Akhir 2-1

Perwakilan Sakera Mania lainnya, Adi, menilai hubungan antara pemerintah daerah dan manajemen klub belum terjalin secara harmonis. Situasi tersebut disebut turut memengaruhi perjalanan tim di kompetisi.

“Harapan kami hubungan ini diperbaiki. Pak Bupati pernah berkomitmen Persekabpas naik kasta. Maka semua harus duduk bersama untuk mencari solusi,” katanya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, menyatakan bahwa tuntutan suporter sejalan dengan harapan dewan dan masyarakat agar Persekabpas bisa lebih baik ke depan.

“Kami siap memfasilitasi pertemuan. Tapi saat duduk bersama nanti, semua pihak harus menurunkan ego,” ujarnya.

Baca juga: Awali Liga Nusantara, Persekabpas Pasuruan Menang Taklukkan Gresik United

Ia menegaskan Persekabpas sebagai klub kebanggaan daerah layak mendapatkan dukungan bersama. DPRD pun berkomitmen segera menjadwalkan pertemuan lintas pihak.

Sementara itu, Manajer Persekabpas, Gaung Andaka Ranggi Purbangkara, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menyatakan akan menjual klub.

“Kalau ada yang berminat, silakan sesuai mekanisme. Saham ini milik 50 klub anggota,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa saat pendirian PT Persekabpas, 50 klub anggota belum memiliki kemampuan pendanaan sehingga pihak manajemen membantu menalangi biaya. Namun secara prinsip, kepemilikan klub tetap berada di tangan 50 klub anggota.

“Persekabpas tetap milik 50 anggota. Kami terbuka untuk duduk bersama demi kebaikan bersama,” tambahnya.

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved