Dewan Akan Kawal Pembangunan Command Center untuk Menuju Pasuruan Smart Government
DPRD Pasuruan berkomitmen mengawal pembangunan Command Center untuk integrasi data, layanan publik, dan transparansi pemerintahan.
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Haorrahman
Ringkasan Berita:
- DPRD Kabupaten Pasuruan berkomitmen mengawal pembangunan Command Center.
- Sistem ini ditargetkan menjadi pusat integrasi data dan layanan publik daerah.
- Command Center memungkinkan pemantauan layanan publik secara real time.
- Teknologi ini juga mendukung pengawasan lalu lintas, keamanan, dan penanganan bencana.
- DPRD berharap sistem ini menjadi fondasi menuju smart government di Pasuruan.
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan - DPRD Kabupaten Pasuruan menyatakan komitmennya untuk mengawal pembangunan Command Center sebagai langkah menuju tata kelola pemerintahan berbasis teknologi atau smart government.
Komitmen tersebut disampaikan anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan dalam Forum Jagongan Wakil Rakyat (JAWARA) yang mengangkat tema “Satu Layar untuk Pasuruan: Transformasi Layanan, Keamanan, dan Transparansi Lewat Command Center”.
Kegiatan podcast yang terselenggara atas kerjasama DPRD dan Tribunjatimnetwork itu digelar awal Maret kemarin di RB Coffee, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan.
Dalam kesempatan tersebut, anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan Bambang Yuliantoro Putro menegaskan, pembangunan Command Center menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas layanan publik, keamanan, serta transparansi pemerintahan.
Baca juga: Usai Reses, DPRD Pasuruan Gelar Paripurna Internal Bahas Arah Pembangunan 2027
Menurutnya, Command Center diharapkan menjadi pusat kendali yang mampu mengintegrasikan berbagai data dan informasi dari perangkat daerah dalam satu sistem terpadu.
“Dengan adanya Command Center, pemerintah daerah bisa memantau berbagai layanan publik secara real time. Ini akan mempercepat pengambilan keputusan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Bambang.
Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi informasi dalam tata kelola pemerintahan merupakan kebutuhan yang tidak bisa dihindari.
Oleh karena itu, DPRD akan memastikan pembangunan Command Center berjalan sesuai perencanaan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain memperkuat pelayanan publik, Command Center juga dinilai dapat meningkatkan efektivitas pengawasan terhadap berbagai persoalan di daerah.
Baca juga: Jadwal Buka Puasa Pasuruan Hari Ini Kamis 5 Maret 2026, Ini Waktu Magrib-nya
Misalnya, kata politisi Partai Demokrat itu, pengelolaan lalu lintas, keamanan wilayah, hingga penanganan bencana.
Terpisah, anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan Muhamad Ghozali menilai keberadaan Command Center akan menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan pemerintahan daerah yang lebih modern dan responsif.
Menurutnya, sistem ini memungkinkan berbagai informasi strategis daerah dapat dipantau melalui satu layar kendali sehingga koordinasi antarorganisasi perangkat daerah menjadi lebih cepat dan efisien.
Baca juga: Pemkab Pasuruan Siapkan Rp 4,17 Miliar, Langsung Tangani Kedaruratan Dampak Banjir dan Longsor
“Konsepnya adalah integrasi. Semua data dan informasi penting daerah dapat terhubung dalam satu sistem. Dengan begitu, pemerintah bisa merespons persoalan masyarakat secara lebih cepat dan tepat,” kata Ghozali.
Ia menegaskan, DPRD akan mengawal proses pembangunan Command Center agar tidak sekadar menjadi proyek teknologi, tetapi benar-benar berfungsi sebagai instrumen penguatan tata kelola pemerintahan.
Melalui pembangunan sistem tersebut, DPRD berharap Kabupaten Pasuruan dapat bergerak menuju konsep smart government, di mana pelayanan publik, pengawasan, dan transparansi pemerintahan berjalan lebih efektif berbasis teknologi informasi.
| Santer Kabar 2 Pemain PSM Makassar Jadi Target Persebaya, Manajemen Juku Eja Buka Suara, Bonek Rela? |
|
|---|
| Foto Pimpinan Daerah Bondowoso Ramai Dipakai untuk Penipuan via WA, Diskominfo Minta Warga Waspada |
|
|---|
| Berkat MBG, Ribuan Telur Bebek dari Peternak Asal Desa Pengarang Bondowoso Terserap |
|
|---|
| Terjebak Antrean Selama Enam Jam di Pelabuhan Ketapang, Pengendara Mobil Lemas Hingga Pingsan |
|
|---|
| Hingga Akhir Maret 2026, Baru 52 dari 209 Desa di Bondowoso yang Cairkan Dana Desa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/OPTIMIS-Anggota-Komisi-I-DPRD-Kabupaten-Pasuruan-Ghozali.jpg)