Kamis, 9 April 2026

Berita Pasuruan

Petik Laut dan Pesta Kembang Api Meriahkan Tradisi Nelayan Kalirejo

Tradisi Petik Laut di Dusun Kisik Pasuruan digelar meriah sebagai ungkapan syukur nelayan sekaligus berpotensi jadi wisata budaya.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Haorrahman
Tribun Jatim Timur/Galih Lintartika
HARUS DIRAWAT : Mashuda Hidayatullah, politisi PKB saat mengikuti acara petik laut yang sudah berlangsung turun temurun. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan - Tradisi petik laut kembali digelar oleh warga Dusun Kisik, Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan.
Kegiatan tahunan ini berlangsung sejak pagi hingga malam.

Ratusan warga memadati acara petik laut sebagai bentuk ungkapan syukur masyarakat pesisir atas hasil laut yang melimpah dan luar biasa 

Tradisi ini menjadi simbol kearifan lokal yang terus dijaga secara turun-temurun. Siang - malam, kegiatan dilanjutkan dengan pelayaran atau perahu wisata keliling laut.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Mashuda Hidayatullah menegaskan, tradisi petik laut memiliki nilai penting, tidak hanya secara budaya tetapi juga sosial dan ekonomi.

“Petik laut ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi bagian dari jati diri masyarakat pesisir yang harus terus kita jaga dan lestarikan,” katanya, Senin (30/3/2026).

Baca juga: Delapan Nama Kader Ditetapkan sebagai Calon Ketua DPC PKB Kabupaten Pasuruan

Di dalam petik lait, politisi PKB ini menyebut, ada nilai syukur, kebersamaan, dan kearifan lokal yang tidak boleh hilang dan harus dilestarikan.

Ia juga menilai, tradisi ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai agenda wisata daerah jika dikelola dengan baik dan berkelanjutan.

“Kalau dikemas lebih baik, ini bisa menjadi daya tarik wisata berbasis budaya. Dampaknya tidak hanya menjaga tradisi, tapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan nelayan,” jelasnya.

Baca juga: Waketum DPP PKB Faisol Riza : Muscab Jadi Ujian Kerja Nyata Kader di Tengah Masyarakat Pasuruan

Dia menambahkan, dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah maupun masyarakat, sangat diperlukan agar tradisi seperti petik laut tetap eksis di tengah modernisasi.

“Ke depan, kegiatan seperti ini perlu mendapat perhatian lebih, baik dari sisi fasilitas, promosi, maupun penguatan nilai budayanya. Karena ini aset daerah yang sangat berharga,” tegasnya.

Dengan antusiasme masyarakat yang tinggi, ia opitimis tradisi petik laut bisa terus berlangsung secara berkelanjutan sebagai warisan budaya yang tetap hidup dan berkembang.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved