Sabtu, 2 Mei 2026

Usai Didemo, Perusahaan di Pandaan Buka Suara Tanggapi Tuntutan Warga

PT Bamboe Indonesia tanggapi aksi warga Pandaan terkait tenaga kerja lokal dan isu lingkungan.

Tayang:
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Haorrahman
ist/Galih Lintartika
DEMO - Aksi unjuk rasa warga Dusun Lebaksari, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kamis (30/4/2026), memantik respons dari pihak PT Bamboe Indonesia. 

Ringkasan Berita:
  • Warga Lebaksari menggelar aksi terkait tenaga kerja dan isu lingkungan.
  • PT Bamboe Indonesia menyebut aksi didahului audiensi resmi.
  • Perusahaan membuka peluang kerja lokal dengan syarat kualifikasi.
  • Keluhan bau disebut tidak menetap dan bukan pencemaran limbah.
  • Perusahaan siap melanjutkan dialog untuk mencari solusi bersama.

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan - Aksi unjuk rasa warga Dusun Lebaksari, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kamis (30/4/2026), memantik respons dari pihak PT Bamboe Indonesia.

Perusahaan menjelaskan rangkaian peristiwa yang mendahului aksi, sekaligus menanggapi sejumlah tuntutan yang disuarakan warga.

Perwakilan perusahaan, Rofin, menyebut demonstrasi tersebut telah melalui proses komunikasi sebelumnya.

Sebelum aksi digelar, warga dan pihak perusahaan telah bertemu dalam audiensi di kantor desa, yang dihadiri perangkat desa, kepolisian, serta tokoh masyarakat.

“Di pertemuan itu sudah disampaikan berbagai keluhan dan harapan warga. Jadi ini bukan muncul tiba-tiba,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).

Dalam aksi tersebut, tuntutan soal prioritas tenaga kerja lokal menjadi salah satu isu utama.

Baca juga: Tertibkan Aset Pasar, Bupati Pasuruan Kumpulkan Kepala UPT Dorong Kenaikan PAD

Warga berharap perusahaan memberikan porsi lebih besar bagi masyarakat sekitar untuk bisa bekerja.

Menanggapi hal itu, pihak perusahaan menyatakan tidak menutup peluang bagi warga lokal.  

Namun, proses rekrutmen tetap dilakukan melalui mekanisme seleksi yang berlaku.

“Semua tetap melalui prosedur. Yang penting memenuhi kualifikasi sesuai kebutuhan,” katanya.

Baca juga: Kuatkan Layanan Kesehatan, 32 Dokter Terima SK Kepala Puskesmas di Pasuruan

Selain ketenagakerjaan, isu lingkungan juga mencuat, khususnya terkait bau yang dirasakan warga. Keluhan ini disebut menjadi salah satu pemicu aksi.

Rofin menilai, persoalan yang dirasakan warga lebih pada aroma yang muncul sesekali, bukan akibat pencemaran limbah.

Ia menyebut perusahaan telah menjalankan pengelolaan limbah sesuai ketentuan.

“Kalau soal bau, itu sifatnya tidak menetap dan dipengaruhi kondisi udara. Kami juga sudah menawarkan pengecekan bersama, tapi belum ada titik yang benar-benar bisa dipastikan sumbernya,” jelasnya.

Baca juga: Siapkan Pelatih Sepakbola Berkualitas, Pemkab Pasuruan Fasilitasi Kursus Lisensi D Gratis

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved