Minggu, 3 Mei 2026

Hari Pendidikan Nasional

Hari Pendidikan Nasional, Mas Rusdi Ajak Generasi Muda Gemar Membaca dan Peduli Anak Putus Sekolah

Dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026, Bupati Pasuruan, Rusti Sutejo, mengajak generasi muda gemar membaca dan peduli anak putus sekolah.

Tayang:
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Luky Setiyawan
Istimewa/HUMAS PEMKAB PASURUAN
UNTUK MASA DEPAN : Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo saat memberikan sambutan dalam acara peringatan Hardiknas. Dalam upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026, Bupati Pasuruan, Rusti Sutejo, mengajak generasi muda gemar membaca dan peduli anak putus sekolah. 
Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Kabupaten Pasuruan memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dengan menggelar upacara di Halaman Kantor Bupati Pasuruan, Sabtu (2/5/2026) pagi.
  • Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo selaku pemimpin acara menegaskan, pendidikan adalah fondasi utama kemajuan bangsa. 
  • Leboh lanjut, Mas Rusdi juga mengajak generasi muda gemar membaca dan peduli anak putus sekolah.

TRIBUNJATIMTIMUR.COM,Pasuruan - Pemerintah Kabupaten Pasuruan memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dengan menggelar upacara di Halaman Kantor Bupati Pasuruan, Sabtu (2/5/2026) pagi. 

Upacara dipimpin langsung Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo, dan diikuti jajaran Forkopimda, kepala perangkat daerah, serta undangan lainnya.

Para peserta upacara Hardiknas tampak kompak mengenakan busana adat dari berbagai daerah di Indonesia. 

Dalam sambutannya, Mas Rusdi, sapaan akrabnya menegaskan, pendidikan adalah fondasi utama kemajuan bangsa. 

Ia mengajak generasi muda Kabupaten Pasuruan untuk menumbuhkan budaya membaca sebagai pintu masuk memperluas wawasan.

“Kalau kata pepatah, siapa yang enggan membaca, harus siap bekerja lebih berat. Artinya, ilmu itu penting. Dari buku, kita bisa membuka banyak peluang,” ujarnya.

Tak berhenti pada ajakan membaca, Mas Rusdi juga menyoroti persoalan anak putus sekolah. 

Ia meminta seluruh elemen masyarakat untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar, terutama jika masih ditemukan anak-anak yang belum mengenyam pendidikan.

“Kalau ada anak yang belum sekolah atau putus sekolah, segera laporkan ke kecamatan atau Dinas Pendidikan. Kita harus bergerak bersama agar mereka bisa kembali mendapatkan haknya,” tegasnya.

Menurutnya, langkah cepat dan koordinasi yang baik menjadi kunci untuk menekan angka putus sekolah, sekaligus mencegah dampak lanjutan seperti pengangguran dan kemiskinan.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur 

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(Galih Lintartika/TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved