Jumat, 15 Mei 2026

Terima Studi Pengelolaan Sampah, Pemdes Randupitu Perkuat Budaya Peduli Lingkungan

Desa Randupitu menerima studi pengelolaan sampah dari Ponpes Ngalah untuk memperkuat budaya peduli lingkungan.

Tayang:
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Haorrahman
Tribun Jatim Timur/Galih Lintartika
IKHTIAR BERSAMA : Pemdes Randupitu saat menerima kunjungan pesantren dalam penguatan budaya peduli lingkungan. 

Ringkasan Berita:
  • Desa Randupitu menerima kunjungan studi pengelolaan sampah dari Ponpes Ngalah.
  • Kegiatan dipusatkan di KSM Pempes yang aktif mengelola sampah berbasis masyarakat.
  • Peserta mempelajari proses pemilahan hingga pemanfaatan sampah bernilai ekonomi.
  • Pemerintah desa mendorong edukasi dan inovasi pengelolaan sampah berkelanjutan.
  • Hasil studi diharapkan dapat diterapkan di lingkungan pesantren dan masyarakat luas.

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan - Pemerintah Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, terus memperkuat budaya peduli lingkungan melalui pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Upaya itu salah satunya terlihat saat menerima kunjungan studi pengelolaan sampah dari Pondok Pesantren Ngalah, Kamis (14/5/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 10 peserta tersebut dipusatkan di KSM Pempes Desa Randupitu, kelompok swadaya masyarakat yang selama ini aktif mengembangkan pengelolaan dan pengolahan sampah secara mandiri dan berkelanjutan.

Dalam kunjungan itu, peserta diajak melihat langsung proses pengelolaan sampah organik maupun anorganik.

Mulai dari tahap pemilahan, pengolahan, hingga pemanfaatan sampah yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Kepala Desa Randupitu, Mochammad Fuad mengatakan, pihaknya menyambut baik kegiatan studi tersebut karena menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran lingkungan sejak dini melalui kolaborasi lintas elemen masyarakat.

Baca juga: Masuk Grup N Putaran Nasional Liga 4 Piala Presiden, Pasuruan United Bidik Lolos Liga 3

“Kami sangat mengapresiasi kunjungan dari Pondok Pesantren Ngalah. Ini menjadi langkah positif untuk memperkuat budaya peduli lingkungan dan membangun kesadaran bersama bahwa pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Menurut Fuad, persoalan sampah tidak cukup diselesaikan hanya dengan menjaga kebersihan lingkungan.

Lebih dari itu, kata dia, dibutuhkan edukasi berkelanjutan agar masyarakat memahami pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan benar.

Karena itu, Pemerintah Desa Randupitu terus mendorong pengembangan inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat agar mampu memberikan manfaat lingkungan sekaligus dampak ekonomi bagi warga.

Baca juga: Kejari Kabupaten Pasuruan Musnahkan 1,3 Kg Sabu, Bukti Peredaran Narkoba Masih Mengkhawatirkan

“Kami ingin pengelolaan sampah ini menjadi gerakan bersama yang produktif, edukatif, dan berkelanjutan. Tidak hanya menciptakan lingkungan bersih, tetapi juga membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapat penjelasan mengenai berbagai praktik pengelolaan sampah yang selama ini diterapkan KSM Pempes Desa Randupitu.

Mulai dari pengelolaan sampah rumah tangga hingga pemanfaatan limbah yang dapat diolah kembali menjadi produk bernilai guna.

Fuad berharap, pengalaman dan wawasan yang diperoleh peserta selama studi lapangan dapat menjadi inspirasi untuk diterapkan di lingkungan pesantren maupun masyarakat luas.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved