Selasa, 19 Mei 2026

Percepat Penanganan Dampak Bencana, Dinas Perkim Pulihkan Aktivitas Masyarakat

Dinas Perkim Pasuruan menuntaskan tujuh proyek penanganan bencana untuk memulihkan akses dan aktivitas warga.

Tayang:
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Haorrahman
ist/Dinas Perkim Pasuruan
SUDAH SELESAI : Penanganan bronjong di Tosari membuat aktifitas petani kembang kol bisa kembali normal. 

Ringkasan Berita:
  • Dinas Perkim Kabupaten Pasuruan menyelesaikan tujuh proyek BTT untuk penanganan dampak bencana.
  • Penanganan dilakukan di sejumlah desa terdampak longsor dan cuaca ekstrem.
  • Pemulihan difokuskan pada akses jalan dan infrastruktur penunjang aktivitas masyarakat.
  • Aktivitas pertanian dan ekonomi warga menjadi prioritas utama percepatan penanganan.
  • DPRD Kabupaten Pasuruan mengapresiasi respons cepat pemerintah daerah dalam pemulihan pascabencana.

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan - Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Pasuruan mempercepat penanganan dampak bencana melalui pengerjaan sejumlah proyek Belanja Tidak Terduga (BTT) di beberapa wilayah terdampak.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal setelah sebelumnya terganggu akibat longsor maupun kerusakan infrastruktur.

Kepala Dinas Perkim Kabupaten Pasuruan Eko Bagus Wicaksono mengatakan, hingga saat ini sebanyak tujuh pekerjaan BTT telah selesai ditangani.

“Untuk tujuh pekerjaan BTT di Dinas Perkim semuanya sudah selesai dikerjakan,” ujarnya, Senin (18/5/2026).

Baca juga: Membludak, Turnamen Catur Piala Bupati dan Ketua DPRD Pasuruan Diikuti 250 Pecatur

Beberapa titik yang mendapatkan penanganan berada di Desa Wonosari Kecamatan Tutur, Desa Lumbang Kecamatan Lumbang, Desa Brambang Kecamatan Gondangwetan.

Desa Beji Kecamatan Beji, serta sejumlah wilayah di Kecamatan Tosari seperti Desa Sedaeng, Desa Mororejo dan Desa Baledono.

Wilayah tersebut sebelumnya mengalami gangguan akses dan kerusakan infrastruktur akibat cuaca ekstrem dan bencana longsor.

Menurut Eko, percepatan penanganan dilakukan agar mobilitas masyarakat tidak terganggu terlalu lama.

Baca juga: Tinjau Jembatan Bokwedi Pasuruan, Menteri PU Pastikan Bisa Dilalui Saat Nataru

Terutama, kata dia, aktivitas pertanian dan kegiatan ekonomi warga yang bergantung pada kelancaran akses jalan maupun infrastruktur penunjang.

“Yang paling utama bagaimana akses masyarakat kembali normal sehingga aktivitas sehari-hari, termasuk pertanian dan kegiatan produktif masyarakat, bisa berjalan lancar kembali,” jelasnya.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan Agus Setiya Wardana mengapresiasi langkah cepat Dinas Perkim dalam menyelesaikan penanganan di sejumlah titik terdampak bencana tersebut.

Menurutnya, penanganan infrastruktur pascabencana sangat penting karena berdampak langsung terhadap aktivitas dan roda ekonomi masyarakat.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati dan OPD terkait yang sudah bergerak cepat melakukan penanganan. Dampaknya sangat dirasakan masyarakat,” katanya.

Ia berharap wilayah rawan bencana, khususnya kawasan dataran tinggi dan daerah dengan tingkat kerawanan longsor tinggi, tetap menjadi perhatian pemerintah daerah ke depan.

“Yang terpenting sekarang akses masyarakat kembali lancar, aktivitas pertanian berjalan normal, dan masyarakat bisa kembali produktif,” pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved