Berita Probolingo
Kapal Pengangkut Bantuan Pangan Probolinggo Karam di Gili Ketapang, 8 Ton Beras Tercecer ke Laut
Nelayan Gili Ketapang menyelamatkan paket bantuan pangan beras dan minyak goreng yang mengapung di laut usai kapal oleng di Perairan Gili Ketapang
Penulis: Ahsan Faradisi | Editor: Rendy Nicko Ramandha
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, PROBOLINGGO – Insiden kecelakaan laut terjadi di Perairan Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Satu unit kapal pengangkut bantuan pangan dari Pelabuhan Tanjung Tembaga menuju Pulau Gili Ketapang oleng digulung ombak.
Akibatnya sejumlah bantuan pangan dari Pemkab Probolinggo yang akan disalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat KPM di Desa Gili Ketapang terhambur dan mengapung di laut. Bantuan yang tercecer berupa 7 ton beras dan 1 ton minyak goreng.
Sejumlah nelayan lokal yang berada di jalur pelayaran bergerak cepat melakukan penyelamatan. Mereka mengambil banyak paket sembako dan minyak goreng yang tercecer dan membawanya ke pinggir pelabuhan.
Berdasarkan data Perum Bulog, penyaluran bantuan pangan tahun 2026 di Kabupaten Probolinggo mencapai sekitar 228 ribu paket. Setiap paket berisi 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
Baca juga: Nanik S Deyang Dilantik Sebagai Kepala BGN, Bupati Jember Gus Fawait Ucapkan Selamat
Probolinggo - Sebuah kapal penyeberangan Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur dilaporkan tenggelam usai dihantam ombak, Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
Kapal Mesin (KM) Bahari Makmur itu dinahkodai Imam (36) warga Dusun Krajan, RT 009 RW 003, Desa Gili Ketapang. Dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Saat tenggelam, kapal Bahari Makmur diketahui membawa atau mengangkut beras bantuan kurang lebih sebanyak 8 ton dan 6000 liter minyak goreng atau sebanyak 500 kardus (Satu kardus berisi 12 pcs) merk minyak kita.
Kasatpolairud Polres Probolinggo AKP Wayan mengatakan, kapal tersebut berangkat dari Dermaga Utara Pelabuhan Tanjung Tembaga, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo sekitar pukul 12.00 WIB.
Sekitar pukul 13.00 WIB, menurut AKP Wayan, dalam perjalanan menuju ke Pulau Gili Ketapang pada koordinat 7°42' 25,642''S • 113° 14'0,0665''E diduga dihantam ombak sehingga membuat kapal terbalik tepat di selatan Pulau Gili Ketapang.
"Sekitar pukul 14.15 WIB kami mendapatkan laporan jika ada kapal penyeberangan tenggelam di perairan Pulau Gili Ketapang yang memuat beras bantuan dan minyak goreng," kata AKP Wayan, Rabu (10/6/2026).
Dalam insiden tersebut, lanjut AKP Wayan, tidak ada korban jiwa, hanya saja beras bantuan dan minyak goreng merk Minyak Kita yang merupakan bantuan dari Dinas Ketahanan Pangan untuk warga Gili Ketapang tenggelam.
"Masih kami dalami tenggelam nya kapal ini untuk mengtahui faktor lain yang jadi penyebab selain faktor ombak. Evakuasi dilakukan bersama dengan nelayan setempat juga," pungkasnya.
Wabup Fahmi : Bantuan Pangan Harus Tepat Sasaran
TERKAIT penyaluran bantuan pangan, Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ mengatakan penyaluran bantuan pangan harus tepat sasaran karena merupakan kebutuhan mendasar masyarakat, khususnya kelompok kurang mampu.
"Urusan pangan ini terlihat sederhana, tetapi sangat berharga. Ketika kebutuhan pangan tidak terpenuhi, itu menjadi persoalan yang sangat serius bagi masyarakat," ujarnya dikutip dari laman resmi Pemkab Probolinggo, beberapa waktu lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/Nelayan-Gili-Ketapang-menyelamatkan-paket-bantuan-pangan-di-Probolinggo.jpg)