Berita Jember
Harga Tomat di Pasar Tanjung Jember Naik, Rp15.000 per Kilogram
Harga tomat di Kabupaten Jember mulai merangkak naik di pertengahan November ini, tentunya ini berbeda dengan beberapa waktu lalu yang sempat anjlok
TribunJatimTimur.com, Jember - Harga tomat di Pasar Tanjung Jember pada November 2022 mengalami kenaikan yang cukup drastis, jika dibandingkan dengan sayur mayur lain.
Hamidah (49), pedagang di Pasar Tanjung mengatakan, harga tomat sekarang Rp15.000 per kilogram. Hal itu berlangsung sejak empat hari terakhir.
"Kenaikannya juga cukup cepat, pertama cuma Rp 2000, lalu Rp10.000, kemudian Rp12.000 dan sekarang Rp15.000," ujarnya, Sabtu (12/11/2022)
Menurutnya, kenaikan harga komoditas tersebut, akibat musim hujan. Sebab hal itu membuat para petani tomat gagal penen.
"Musim hujan, tanamannya rusak. Akibatnya barangnya juga sulit diperoleh dari pemasok, jadi ya mahal," tutur Hamidah.
Selain tomat, kata Hamidah , beberapa sayur mayur yang mengalami kenaikan, memasuki musim hujan tahun ini, di antaranya bawang prei dan kubis.
"Kalau normalnya harga bawang prei kisaran Rp12.000, sekarang harganya naik jadi Rp15.000. Kubis juga sama sekarang harganya Rp 7.000, biasanya cuma Rp 4.000 hingga Rp5.00," jlntrehnya
Akibat kenaikan harga tersebut, lanjut dia, banyak pelanggan lebih memilih mengurangi jumlah pembelian barang. Jadi , yang biasanya beli 2 kilo tomat, sekarang cuma 1 kilogram.
"Biasanya beli 2 kilo, sekarang beli 1 kilo, mahal soalnya. Kalau harganya murah , baru mereka beli banyak,"kata Hamidah sambil tertawa.
Hal senada juga dikatakan Ida (40), pedagang lain di Pasar Tanjung ini mengaku sering memperoleh keluhan dari para pelanggan, akibat kenaikan harga sayur mayur tersebut.
"Banyak pelanggan ngeluh, soalnya naiknya terlalu jauh , karena mereka terbiasa dengan harga Rp 5000, tiba-tiba jadi Rp15.000 ya kaget pastinya," imbuhnya.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jember Bambang Saputro mengakui, kalau kenaikan harga tomat paling mencolok, dibanding dengan sayur mayur lainnya.
"Disebabkan salah satunya pasokan agak mengurangi, karena cuaca ekstrim sehingga terjadi banyak gagal panen,"kata Bambang.
(Imam Nawawi/TribunJatimTimur.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/Lapak-tomat-di-Pasar-Tanjung-Jember.jpg)