Selasa, 14 April 2026

Berita Jember

Moeldoko Sebut Krisis Air Ancam Petani Indonesia

Mantan Panglima TNI itu mengimbau agar para petani bersiap menghadapi situasi apapun, termasuk ancaman krisis air.

Penulis: Imam Nawawi | Editor: Haorrahman
Humas Kantor Staf Kepresidenan RI
Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia Moeldoko saat menghadiri panen raya di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, JEMBER - Petani Indonesia dihantui ancaman krisis air akibat kemarau panjang yang diprediksi bakal terjadi tahun ini.

Hal itu disampaikan kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia Moeldoko saat menghadiri panen raya padi di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Jumat (24/3/2023)

Mantan Panglima TNI itu mengimbau agar para petani bersiap menghadapi situasi apapun, termasuk ancaman krisis air.

Baca juga: Warga Probolinggo Sumringah Motor yang Dicuri Maling Kini Kembali Ke Tangannya

"Dunia juga akan menghadapinya. Untuk itu sumber air ditata dan kelola dengan baik, para petani juga tetap guyub rukun bersiap menghadapi krisis apapun," kata Moeldoko.

Menurutnya, untuk menghadapi ancaman krisis air, para petani harus melek teknologi pertanian terbarukan secara intensif. Supaya hasil panen tetap melimpah.

"Itu akan memotong masa tanam sekaligus meningkatkan hasil panen. Kesejahteraan petani akan membaik,”imbuh Moeldoko yang juga ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Sementara itu, Direktur M-Tani, perusahaan manajemen usaha di bidang pertanian, Sugeng Widodo mengatakan, ladang pertanian seluas 500 hektare di Desa Lojejer ditanami bibit padi super M70D terbarukan sejak setahun terakhir. Padi jenis itu memiliki masa tanam selama 75 hari.

"Masyarakat desa telah membuktikan hasil panen bibit M70D mencapai 9 ton per hektare. Angka ini jauh di atas rata-rata hasil panen padi di Indonesia yang menghasilkan 5,7 ton per hektar," katanya.

Baca juga: Awal Ramadan Malah Curi Motor, Pria di Banyuwangi Dihajar Massa

Sementara itu, Pj Sekda Kabupaten Jember Arief Tjahyono mengatakan, Kabupaten Jember memiliki hamparan lahan pertanian terluas ketiga di Indonesia dengan total 86,000 hektare.

"Hanya saja produktivitas pertanian di Jember masih kalah jika dibandingkan Ngawi yang sama-sama ada di Jawa Timur," katanya.

Baca juga: Pria ini Nekat Bermalam di Transmart Jember untuk Mencuri Tiga Unit Televisi

 

"Padahal luasan lahan di Kabupaten Ngawi tidak sebesar di Kabupaten Jember," ucapnya.

 

(TribunJatimTimur.com/Imam Nawawi)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved