Kamis, 16 April 2026

Haji 2023

Beri Pelayanan Kesehatan Jemaah Haji, Kemenkes Buka 2 KKHI

“Harapannya adalah jemaah haji yang memiliki kendala kesehatan tetap dapat memenuhi seluruh rukun haji dan beribadah sesuai dengan tuntunannya,” katan

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Haorrahman
TRIBUNJATIMTIMUR.COM/Galih Lintartika
Sejumlah fasilitas di KKHI. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Arab Saudi - Kementerian Kesehatan mendekatkan akses pelayanan kesehatan untuk jemaah haji Indonesia di Arab Saudi melalui Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI),

KKHI merupakan fasilitas pelayanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia. Jenis pelayanan kesehatan yang disediakan di KKHI antara lain pelayanan rawat jalan, rawat inap, emergency, intensive/high care unit, rujukan, pemeriksaan penunjang, pelayanan sanitasi, pelayanan gizi, serta layanan safari wukuf, tanazul, dan evakuasi.

Selama penyelenggaraan ibadah haji, Kemenkes mendirikan dua KKHI, yaitu KKHI Makkah yang berada di Aziziyah Janubiyah Makkah dan KKHI Madinah yang berlokasi di Al Arid Madinah.

Baca juga: Jemaah Haji Perlu Waspadai Suhu Panas hingga 40 Derajat Celcius

KKHI Makkah memilki kapasitas 257 tempat tidur yang terdiri dari 223 tempat tidur (TT) rawat inap, 10 TT ICU, dan 24 TT IGD. Selain itu KKHI Makkah juga dilengkapi dengan poliklinik gigi dan rehabilitasi medik, laboratorium, pelayanan kefarmasian, serta sarana pendukung seperti Ruang Operasi, USG, EKG, Echocardiografi dan 3 unit ambulans.

“KKHI Makkah lokasinya sangat strategis di dekat Masjidil Haram, Mina, dan jalan menuju Arafah. Biasanya pada saat puncak ibadah haji sekitar 5 sampai dengan 9 dzulhijjah, KKHI Makkah sudah dipenuhi oleh jemaah haji yang mulai kelelahan dan jatuh sakit,” jelas Kepala Pusat Kesehatan Haji Liliek Marhaendro Susilo, Senin (22/5/2023).

Untuk menghadapi puncak ibadah haji, KKHI Makkah juga dilengkapi dengan pelayanan spesialis seperti penyakit dalam, paru, jantung dan pembuluh darah, saraf, jiwa, bedah, anastesi, kedokteran fisik dan rehabilitasi, serta kedokteran penerbangan.

Baca juga: Menikmati Lezatnya Sate dan Gulai Kepala Ikan Manyung di Situbondo

Berbeda dengan KKHI Makkah, KKHI Madinah skalanya lebih kecil. KKHI Madinah memiliki kapasitas 69 TT yang terdiri dari 10 TT Instalasi Gawat Darurat (IGD), 7 TT Intensive Care Unit (ICU), 2 TT Isolasi, 43 TT Rawat Inap, dan 7 TT psikiatri. KKHI Madinah juga dilengkapi dengan laboratorium, apotek, poli gigi, 11 unit ambulans, serta sarana pendukung seperti USG, EKG, dan Echocardiografi.

“Walaupun KKHI Madinah skalanya lebih kecil daripada KKHI Makkah, namun tetap memiliki pelayanan seperti rumah sakit dengan pelayanan spesialis,” jelas Kapus Liliek.

Pelayanan spesialis yang dimiliki KKHI Madinah yaitu anastesi, bedah, pengobatan emergency, jantung dan pembuluh darah, penyakit dalam, paru, saraf, orthopedi, serta kedokteran jiwa.

Baca juga: UPDATE Kasus Keracunan Teh Kemasan Kedaluwarsa 20 Siswa di Probolinggo, Polisi Bakal Gelar Perkara

Seluruh pelayanan kesehatan ini, kata dia, adalah salah satu upaya menekan angka kematian jemaah haji Indonesia di Arab Saudi. Serta memastikan kelancaran pelaksanaan ibadah haji bagi jemaah asal Indonesia.

“Harapannya adalah jemaah haji yang memiliki kendala kesehatan tetap dapat memenuhi seluruh rukun haji dan beribadah sesuai dengan tuntunannya,” katanya.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

 

(Galih Lintartika/TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved