Ramadan 2024

Berkah Ramadan, Madumongso Buatan Rumahan Warga Ponorogo Terjual Hingga 1,5 Ton

Salah satu produsen Madumongso di Ponorogo kebanjiran order. Padahal lebaran masih lama dan baru memasuki sepekan bulan ramadan.

Editor: Haorrahman
TribunJatim-Timur.com/Pramita Kusumaningrum
Madumongso Asal Ponorogo Ini Terjual Hingga 1,5 Ton 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Ponorogo - Madumongso masih menjadi primadona saat lebaran di kalangan warga Kabupaten Ponorogo. Salah satu produsen Madumongso di Ponorogo kebanjiran order. Padahal lebaran masih lama dan baru memasuki sepekan bulan ramadan.

Adalah Supriati yang memproduksi madumongso. Di dapur kecilnya pada rumahnya di Jalan Kawung, Kelurahan Mangunsuman, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo Supriati bersama pekerjanya memproduksi madumongso setiap hari.

Dengan telaten Supriati mencuci ketan hitam yang dicampur ketan putih. Kemudian direndam dengan air hangat selama satu hari satu malam.

Setelah dilakukan perendaman satu hari satu malam, kemudian dilakukan pengukusan hingga 2 kali. Lalu difermentasi selama 2 hari hingga menjadi tapai.

Setelah menjadi tapai, kemudian dicampur dengan santan, gula merah dan gula putih. Diaduk di atas kompor hingga 2 jam. Baru diangkat.

“Lebaran lalu saya memproduksi sampai 1,5 ton atau 1500 kilogram madumongso terjual. Kalau tahun ini baru satu pekan juga sudah 150 kilogram pesanan,” ungkapnya, Rabu (20/3/2024).

Baca juga: Rem Blong Bus Seruduk 4 Rumah, Truk, dan Sepeda Motor

Dia menyeburkan bahwa orderan madumongso sudah mulai diterima sehak sebelum puasa. Sehingga awal bulan ramadan, dia mulai memproduksi madumongso,

“Pesanan sudah membludak ini setelah 7 hari puasaz Pemesanan memang luar biasa. Saya sudah produksi 1.5 kwintal ketan itu jadi 2 kwintal madumongso,” terangny.

Menurutnya madumongso buatannya dijual dengan harga Rp 135 ribu per kilogram. Penjualannya pun tidak hanya di bumi reog saja.

“Ada yang pesan dari Papua, Sulwesi, Kalimantan maupun Sumatera. Yang di Jawa Timur malah sedikit,” terangnya,

Dia menyebutkan bahwa pemasarannya melalui online. Mereka yang pesan adalah yang pernah tinggal di Ponorogo.

Baca juga: Pelebaran Jalan Pronojiwo - Malang Terkendala Jalur Relokasi Pipa PDAM

“Mereka kangen dengan ponorogo. Mereka pengen jajanan jadul waktu mereka kecil,” tegasny.

Supriati juga memberdayakan warga sekitar. Dimana, dia meminta tolong tetangga untuk membungkus madumongso yang dirinya produksi.

“Mereka kan puasa tidak ada kerjaan. Akhirnya daya berikan kerjaan. Alhamdulillah saya dapat cuan, warga sekitar juga,” tambahnya.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran di Whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(Pramita Kusumaningrum/TribunJatimTimur.com)

 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved