Minggu, 12 April 2026

Berita Probolinggo

Peringati Hari Raya Karo, Suku Tengger Probolinggo Gelar Tari Sodoran

Ritual Tari Sodoran ini sebagai simbol pernikahan yang dirayakan dengan Hari Raya Karo.

Penulis: Ahsan Faradisi | Editor: Haorrahman
TribunJatim-Timur.com/Ahsan Faradisi
Ritual Tari Sodoran memperingati Hari Raya Karo oleh warga Suku Tengger di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Probolinggo - Suku Tengger Probolinggo menggelar ritual Tari Sodoran di 3 Desa di Kabupaten Probolinggo. Ritual Tari Sodoran ini sebagai simbol pernikahan untuk memperingati Hari Raya Karo.

Ritual Tari Sodoran itu digelar oleh Suku Tengger di Desa Ngadisari, Wonotoro dan Njetak, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Selasa (20/8/2024). Desa Wonotoro menjadi tuan rumah pada Tari Sodoran Tahun 1946 Saka.

Ritual Tari Sodoran ini diawali pertemuan antara mempelai laki-laki dari Desa Wonotoro yang diperankan Kepala Desa (Kades) Wonotoro dan mempelai perempuan diperankan Kades Njetak.

Kemudian rombongan mempelai laki-laki membawa Jimat Klontongan dari tanduk sapi, tempat air, serta bambu panjang mirip tombak. Mempelai dan rombongan masuk kedalam balai desa untuk melaksanakan ritual Tari Sodoran.

Baca juga: Komisi Yudisial Periksa 14 Orang Terkait Putusan Bebas Ronald Tannur

"Hari Raya Karo ini merupakan simbol cikal bakal terjadinya manusia, melalui pernikahan dan menyatunya dua keluarga. Sehingga diabadikan lewat Tari Sodoran ini," kata Kades Wonotoro, Sarwo Slamet.

Sebelum melaksanakan Ritual Tari Sodoran, dilakukan pembacaan doa oleh Dukun Pandita dan dilanjutkan Tari Sodoran yang masing-masing pemeran mempelai menari secara bergantian.

"Tari Sodoran ini diperagakan oleh dua pasangan, pemeran mempelai laki-laki dari Desa Wonotoro, saya sendiri dan mempelai wanita itu Kades Njetak, dan secara bergantian menari," jelasnya.

Baca juga: Menilik Perjalanan Mendaki Bareng Bromen Upacara di 17 Puncak Gunung Hingga Aksi Peduli Lingkungan

Di tengah ritual Tari Sodoran, kaum ibu-ibu dan remaja perempuan dari Desa Wonotoro, Njetak dan Ngadisari, datang membawa bekal makanan untuk diberikan kepada kaum laki-laki yang melaksanakan ritual Tari Sodoran.

"Diharapkan kami dapat lebih mengenalkan lagi ritual Tari Sodoran ini, terlebih mengenalkan kepada anak cucu kita agar tradisi ini dapat dilestarikan," tambahnya.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(Ahsan Faradisi/TribunJatimTimur.com)

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved