Kuliner
Mie Kocok Bandung Marika, Kenikmatan Kuliner Topping Kikil Dipadu Kuah Kaldu Kaki Sapi yang Gurih
Mie kocok menjadi salah satu kuliner yang populer di Bandung, dan beberapa waktu lalu dihadirkan di Surabaya, yuk intip sajiannya
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, SURABAYA - Mie kocok menjadi salah satu kuliner yang populer di Bandung.
Makanan berkaldu kuah sapi ini terdiri dari mie, sayur, tauge, kikil, bakso hingga topping lainnya.
Bambang Sulistyanto, salah satu penjual mie kocok yang membawa kenikmatan makanan legendaris tersebut di Surabaya pada event kuliner beberapa waktu lalu.
Melalui nama Mie Kocok Bandung Marika, ia membangun bisnis kuliner yang semula dari keluarga di Sarijadi Bandung kemudian ke Bekasi.
“Awalnya sebenernya dari kakak yang di Bandung, di Sarijadi buka mie kocok. Nah saya bawa ke Jakarta tahun 2005 itu sekitar tempat saya belum ada mie kocok. Sebelum pandemi 12 outlet, begitu covid tinggal tiga,” ungkapnya kepada Tribun Jatim, beberapa waktu lalu.
Nama mie kocok disebutnya diambil dari proses penyajian, dimana mie dan tauge dikocok dengan air panas. Jenis kuliner ini cukup legendaris dan mudah ditemukan di Bandung.
Saat menghadirkannya di Surabaya, Bambang menuturkan, ada beberapa bahan yang tidak mudah ditemukan di Surabaya.
Seperti mie sebagai bahan utama maupun jenis tauge. Sehingga beberapa bahan harus dibawa dari Jakarta atau Bandung.
Baca juga: 1.800 Pelajar Meriahkan Parade Drumband di Jember Peringati HUT Kemerdekaan RI Ke-79
Karakter mie kocok yang dibuatnya memiliki tekstur mie yang sedikit lebar dan tebal namun berbeda dengan jenis mie untuk kwetiau.
“Awalnya dari segi mie bikin sendiri, tanpa pengawet dua sampai tiga hari. Sekarang saya pakai distributor. Di sini tidak sama, cuma ada yang mirip namanya Mie Menjangan tetapi segi rasa berbeda,” sebutnya.
Selain bahan mie, kuliner berkuah ini juga memiliki karakter kuat pada kuahnya.
Bambang menyebut, proses pembuatan kaldu menggunakan kaki sapi yang direbus bersama dengan sumsum, tulang, dan daging.
Sehingga rasa yang dihasilkan berkaldu dan gurih. Sementara untuk topping yang menjadi favorit adalah kikil sapi.
“Khas rasanya kaldu kaki sapi jadi rasa gurihnya berasa. Kadang juga kasih daging, rebusan kaki sapi, disamping penyedap untuk penyeimbang,” ungkap pria berdarah Sunda tersebut.
Secara tampilan, mie kocok nyaris mirip dengan bakso. Hanya saja kuah kaldu yang disajikan cukup kuat dan lebih banyak isian mie dan tauge.
| Ada Sejak 1985 Bubur Ketan Hitam dan Kacang Hijau Pak Samuji Bondowoso Selalu Habis Terjual |
|
|---|
| Degan Goreng, Camilan Unik Gombengsari Banyuwangi Perpaduan Gurih-Manis dari Kelapa Muda |
|
|---|
| Nikmati Bakso Berbumbu Khas Tiongkok di Jember, Pentolnya Dicampur Keju |
|
|---|
| Mencicipi Kuliner Khas Warung Pak To Tuban, Belut dan Becek Mentok |
|
|---|
| Nasi Pecel Pincuk Wonk Jenewa, Kuliner Tradisional yang Bertahan di Tengah Modernisasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/Mie-kocok-Bandung.jpg)