Jumat, 1 Mei 2026

Berita Bondowoso

Warganya Tinggal di Rumah Anyaman Bambu, Pemdes di Bondowoso Minta Bantuan Pemkab

Hanya ada satu kasur di lantai bawah, satu set kursi kayu, dan satu lencak. Tanpa sekat.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur/Sinca Ari Pangistu
Suardi dan ke dua anaknya saat dikunjungi oleh pemerintah desa. 

TRIBUNJATIM.COM, Bondowoso - Satu keluarga di Desa Gunosari, Kecamatan Tlogosari, RT 27 RW 04, menempati rumah tak layak huni.

Hanya berukuran 4x6 meter, berdindingkan anyaman bambu, beralaskan tanah. Tampak, di beberapa dinding anyaman bambunya dipasangi kain panjang agar tidak panas.

Hanya ada satu kasur di lantai bawah, satu set kursi kayu, dan satu lencak. Tanpa sekat.

Mereka adalah dua orang anak masing-masing berusia 9 tahun dan 7 tahun, dan seorang ayah bernama Suardi.

Menurut Kepala Desa Gunosari, Dian Nasrullah, warganya itu baru sekitar setahun tinggal di tempat tersebut setelah bekerja di Bali.

Sebelumnya, Suardi, dua anaknya, serta istrinya dari Malang tinggal di Bali. Namun, setelah bercerai, Suardi membawa anak-anaknya ke kampung halaman di Desa Gunosari.

Sempat tinggal bersama orang tuanya, namun karena ada perselisihan, suardi memilih membuat rumah tersebut seadanya.

Baca juga: Tayang di TV Indosiar! Link Live Stream Persija Vs Madura United di Liga 1 2024, Mulai Malam Ini

"Kemarin anaknya sakit, sudah kami bawa ke Puskesmas," jelasnya.

Menurut Kades Gunosari, Pemdes telah membantu pembangunan rumah itu dengan membantu membeli kalsiboard. Namun untuk pembangunan rumah tersebut menjadi layak huni masih akan diajukan.

"Mudah-mudahan 2025 saya ajukan ke RTLH," ujarnya.

Selama ini, Suardi bekerja serabutan untuk kebutuhan sehari-hari. Sementara ke dua anaknya disekolahkan di SD Negeri 3 Gunosari.

Pemdes telah berusaha untuk memberikan bantuan-bantuan melalui program-program. Seperti BLT dana desa, dan lainnya.

Baca juga: Banyuwangi Jadi Tuan Rumah Olimpiade Sains dan Matematika Asia

Namun untuk perbaikan rumah, jika menggunakan dana desa, sudah tak memungkinkan karena akhir tahun. Karena itulah, pihaknya berharap permintaan pada pemerintah daerah melalui surat yang telah dilayangkan ini segera bisa terealisasi.

"Jika sekarang tidak bisa, mudah-mudahan bisa tahun depan, desa kita kan mendapatkan TMMD," ujarnya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) begitu mendapatkan informasi langsung bergerak memberikan bantuan.

Baca juga: Liga Champions 2024 Inter Milan Vs Arsenal: Prediksi, Head to Head, Link Live Streaming

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved