Kamis, 9 April 2026

Nelayan Tenggelam

Hanyut Selama 3 Hari, Nelayan Ditemukan Tewas di Pantai Watu Ulo Jember

Korban dilaporkan hilang selama tiga hari, sejak 10 Desember, setelah kapalnya terbalik akibat dihantam ombak besar di perairan Pantai Payangan Jember

Penulis: Imam Nawawi | Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur/Polsek Ambulu
Proses evakuasi nelayan hanyut dari Pantai Watu Ulo Jember.  

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, JEMBER - Asap (50), nelayan yang hanyut di Pantai Payangan Kecamatan Ambulu Jember, Kamis (12/12/2024). Korban ditemukan oleh warga dalam kondisi tidak bernyawa. Ketika tubuhnya mengambang di perairan Pantai Watu Ulo Desa Sumberejo Kecamatan Ambulu sekira pukul 14.00 WIB.

Kapolsek Ambulu AKP Suhartanto mengatakan, korban dilaporkan hilang selama tiga hari, sejak 10 Desember, setelah kapalnya terbalik akibat dihantam ombak besar di perairan Pantai Payangan Jember.

Baca juga: Bobotoh Senang? Bukan Stefano Beltrame, Persib Bandung Justru Kans Kedatangan Eks PSS Sleman

"Dan baru ditemukan hari ini, jenazah korban sudah kami serahkan kepada anggota keluarganya," ujarnya.

Kasatpolairud Polres Jember AKP Hari Pamuji menambahkan setelah berhasil dievakuasi, jenasah korban sempat dibawa ke Puskesmas Ambulu untuk dilakukan pemeriksaan medis.

"Hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda lain penyebab korban meninggal dunia. Korban dipastikan meninggal akibat kecelakaan laut,"  imbuhnya.

Baca juga: Prediksi Skor dan Prediksi Susunan Pemain Astana Vs Chelsea di Liga Konferensi UEFA 2024

Hari mengungkapkan korban berlayar bersama temannya bernama Bima (25) mengunakan perahu kecil.

"Saat itu perahu mereka dihantam ombak besar hingga terbalik. Diduga kuat mereka tidak bisa menguasai perahunya karena mesinnya terlilit sampah yang terbawa banjir dari daratan. Karena cuaca ekstrem dan juga sedang terjadi banjir, banyak sampah yang terbawa ke laut,"  ulasnya.

Pada saat itu, kata dia, teman korban sebenarnya juga ikut tenggelam, tetapi bisa menyelamatkan diri dengan cara berenang hingga di tepi pantai.

"Kepada nelayan harus libur sementara. Karena cuaca tidak bersahabat. Angin barat ini kencang dan ekstrem," tuturnya.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(Imam Nawawi/TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved