Kamis, 16 April 2026

Banjir Surabaya

Kawasan Rumah Khofifah Hingga Eri Cahyadi Ikut Terendam

Kawasan perumahan rumah pribadi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi juga tak luput dari banjir.

Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur.com/istimewa
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau sejumlah titik genangan di Surabaya sejak Selasa (24/12) malam hingga Rabu (25/12) siang.   

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, SURABAYA - Hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur Surabaya memasuki penghujung tahun 2024. Akibatnya, mayoritas wilayah di Kota Pahlawan terendam air.

Pada Selasa (24/12/2024) sore hingga malam, sosial media pun riuh oleh unggahan netizen soal banyaknya wilayah yang tergenang. Bahkan beberapa area yang sebelumnya tidak pernah tersentuh air, hari tersebut ikut terendam.

Di antaranya, Jalan Jemursari 1, Kelurahan Jemur Wonosari Kecamatan Wonocolo. Wilayah ini berada tak jauh dari rumah pribadi Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa yang berada di Jalan Jemursari 8.

Baca juga: Sinyal Manuver Persib Bandung di Bursa Transfer, Potensi Tukar Guling 1 Bintang dengan Putra Daerah

Dalam sebuah unggahan di X, netizen membagikan penampakan air yang mencapai lutut orang dewasa. Beberapa pengendara roda dua juga harus menuntun kendaraannya.

"Area Jemursari I, ketinggian air monggo dikiro-kiro ae ben ga salah paham (Area Jemursari I, ketinggian air silakan diperkirakan sendiri agar tidak salah paham," tulis sebuah akun melalui sosial media X.

Tak hanya di kawasan ini, wilayah Jalan Ketintang Madya yang berada tepat di depan kawasan perumahan rumah pribadi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi juga tak luput dari banjir. Masuk ke Selasa malam, ketinggalan nyaris menyentuh lutut orang dewasa.

Baca juga: Potensi 5 Bintang Hengkang dari Persija, Mulai dari Faktor Kontrak Hingga Performa, Jakmania Rela?

Tak hanya kawasan ini, beberapa daerah juga terendam. Terutama, beberapa titik yang bersebalahan dengan sungai besar di Surabaya Selatan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pun bergerak melakukan tindakan. Sejak Selasa sore hingga Rabu siang, dirinya tak berhenti untuk berkeliling melakukan percepatan penanganan banjir.

Ia mengordinasikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk melakukan penangganan dan membantu masyarakat yang terjebak kemacetan. Di antaranya, dengan mengerahkan sejumlah kendaraan pemadam kebakaran untuk menyedot genangan.

Wali Kota Eri menerjunkan 25 unit mobil Pemadam Kebakaran (PMK) dan 30 unit mobil Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Masing-masing melakukan penyedotan air di beberapa titik sekaligus.

Baca juga: Pencarian Balita Tenggelam Terkendala Eceng Gondok, BPBD Surabaya Kerahkan Alat Berat

Wali Kota mengungkapkan, sejumlah penyebab meluasnya banjir di Surabaya. Di antaranya, derasnya hujan yang melanda selama empat jam.

Derasnya hujan membuat saluran besar penuh. Akibatnya, aliran air dari rumah warga tersendat dan tak mampu menampung luapan air. Banjir pun tak terelakkan. "Ini sejarah di Kota Surabaya. Tinggi air di rumah pompa mencapai 185 meter," kata Cak Eri.

Kondisi terparah ada di wilayah Surabaya Selatan. "Hal ini dikarenakan aliran air tidak bisa langsung masuk ke sungai-sungai besar. Seperti, di kali Surabaya dan kali Jagir air sudah meluap," ujar Wali Kota Eri.

Selain curah hujan tinggi dalam durasi lama di Surabaya, kondisi serupa juga terjadi di Jombang, Mojokerto, dan sekitarnya. Surabaya sebagai daerah hilir (daerah delta dengan dataran yang lebih rendah), menerima limpahan air dari sejumlah wilayah tersebut.

Baca juga: Pencarian Balita Tenggelam Terkendala Eceng Gondok, BPBD Surabaya Kerahkan Alat Berat

"Sungai-sungai di Surabaya pun penuh, sehingga air tidak bisa mengalir," katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved