Berita Banyuwangi

Polisi Usut Pencemaran Oli di Pantai Bangsring Banyuwangi

Polisi mengusut pencemaran Pantai Bangsring Underwater di Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi yang terjadi beberapa waktu lalu

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Sri Wahyunik
TribunJatimTimur.com/Istimewa
CEK PENCEMARAN PANTAI - Aparat Satpolairud mengambil sampel cemaran diduga oli bekas di Pantai Bangsring Underwater, Kamis (20/2/2025). Polisi menyelidiki kasus tersebut untuk mengetahui asal usul pencemaran destinasi wisata itu. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, BANYUWANGI - Polisi mengusut pencemaran Pantai Bangsring Underwater di Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi yang terjadi beberapa waktu lalu. 

Polresta Banyuwangi menurunkan anggota dari Satpolairud dan Polsek Wongsorejo untuk menelusuri asal muasal cemaran yang diduga berupa oli bekas itu.

Selain itu, polisi juga telah mengambil sampel cemaran di pantai untuk diperiksa.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra menjelaskan, ada beberapa botol sampel cemaran yang telah diamankan. Sempel tersebut akan dicek untuk kepentingan penyelidikan.

"Nanti sampel akan diperiksa di laboratorium. Kami koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi terkait pengecekan ini," kata Rama, Jumat (21/2/2025).

Satpolairud juga tengah menyisir area sekitar pantai untuk mengetahui asal usul cairan cemaran itu. Dengan menggunakan kapal patroli, aparat menyisir area selatan sisi pantai sebab area tersebut merupakan arah datangnya arus.

"Masih penyelidikan. Untuk sumber pastinya masih belum tahu dari mana," tambahnya.

Baca juga: DPC PDIP Kabupaten Blitar Belum Tahu Langkah Bupati Blitar soal Instruksi Megawati

Dari penyelidikan ini, polisi akan mendalami jenis pencemaran, asal usulnya, serta ada tidaknya kesengajaan dari pihak lain sehingga menyebabkan pantai tercemar.

Diberitakan, tumpahan cairan diduga oli bekas terlihat menggenangi area pantai pada Senin (17/2/2025). Mulai dari dermaga, rumah apung, hingga titik-titik perbatasan laut dan pasir penuh dengan ceceran cairan hitam itu.

Pengelola Bangsring Under Water, Sukirno menjelaskan, pencemaran tersebut sempat mengganggu aktivitas wisata di Pantai Bangsring Underwater. Beberapa wisatawan terlumuri cairan tersebut saat berenang di kawasan pantai.

"Kemarin yang datang pas ada rombongan anak-anak TK dari Jember. Bajunya kuning semua kena oli. Tamu yang biasanya snorkling juga tidak berani karena adanya limbah oli tersebut," terang Sukirno.

Selain mengganggu wisatawan, kata Sukirno, cemaran itu juga berdampak pada konservasi bawah laut yang digalakkan oleh pengelola salah satu destinasi andalan di Banyuwangi itu.

Menurutnya, cemaran serupa bukan pertama kali terjadi. Pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024, cairan yang serupa juga mencemari area Bangsring Underwater

"Sudah dua kali. Pas Nataru juga kena. Beberapa tamu komplain dan ini merugikan bagi kami. Kemarin Senin (tumpahan oli) datang lagi," terangnya.

Baca juga: Ketua DPC PDI Perjuangan Bangkalan Instruksikan Bupati Lukman Tunda Ikuti Retret

Sukirno tak bisa memastikan asal muasal tumpahan cairan diduga oli itu. Namun ada dugaan, cemaran itu berasal dari kapal-kapal besar yang berada di lautan dekat pantai.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved