Berita Bondowoso
Kodim dan Bulog Bondowoso Serap Gabah Petani Seharga Rp 6.500 per Kg
Program Sergab yang merupakan inisiatif Mabes TNI dan Bulog pusat, kembali dioptimalkan oleh seluruh jajaran Kodim 0822 hingga ke tingkat Babinsa.
Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Haorrahman
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Kodim 0822 Bondowoso bersama Bulog Kantor Cabang (Kancab) Bondowoso terus memperkuat kerja sama dalam menyerap gabah petani melalui program Serap Gabah (Sergab). Langkah ini dilakukan seiring dengan kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk gabah kering panen menjadi Rp 6.500 per kilogram.
Program Sergab yang merupakan inisiatif Mabes TNI dan Bulog pusat, kembali dioptimalkan oleh seluruh jajaran Kodim 0822 hingga ke tingkat Babinsa.
Pasiter Kodim 0822, Kapten Arm Yonaidi Desianto, menjelaskan bahwa program ini bukanlah hal baru, namun terjadi perubahan dalam sistem teknis penyerapan yang mempengaruhi pencapaian target pada Februari 2025. Saat itu, target penyerapan ditetapkan sebesar 1.574 ton gabah kering panen.
Baca juga: Ditengarai Banyak Titipan, Pemkab Situbondo Verifikasi Ulang Penerima Insentif Guru Ngaji
"Dandim telah mengumpulkan seluruh Babinsa agar lebih aktif dalam mendukung program ini," ujar Yonaidi saat dikonfirmasi pada Kamis (27/2/2025).
Proses penyerapan gabah dilakukan melalui koordinasi antara Babinsa dan Bulog. Babinsa bersama Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) akan memantau sawah yang memasuki masa panen. Petani kemudian ditawari untuk menjual gabah mereka ke Bulog Kancab Bondowoso.
Setelah disepakati, gabah akan ditimbang di lokasi panen, dan petani akan menerima pembayaran awal sebesar 30 persen dari total harga. Selanjutnya, gabah dibawa ke mitra pengolahan untuk dibersihkan dari jerami dan diayak. Setelah proses ini selesai, dilakukan penimbangan ulang untuk menentukan berat bersih, dan sisa pembayaran sebesar 70 persen akan langsung diberikan kepada petani.
Baca juga: Sejumlah Warga Maesan Bondowoso Mulai Puasa Hari Ini
"Proses pembayaran dilakukan oleh Bulog dengan pendampingan Babinsa. Selain itu, biaya angkut dan karung ditanggung sepenuhnya oleh Bulog, sehingga harga Rp 6.500 per kilogram yang diterima petani adalah harga bersih," jelas Yonaidi.
Pada Maret 2025, target penyerapan gabah ditingkatkan menjadi 3.944 ton. Yonaidi optimistis target ini dapat tercapai karena sistem penyerapan telah lebih terstruktur dan valid.
Baca juga: Tradisi Padusan di Gresik, Merawat Warisan Spiritual Menjelang Ramadan
Pemimpin Cabang Bulog Bondowoso-Situbondo, Hesty Retno Kusumastuti, menegaskan bahwa Bulog berkomitmen untuk membeli gabah dan beras dengan harga yang mengacu pada HPP yang ditetapkan pemerintah.
"Kami berharap kebijakan ini dapat menciptakan sistem perdagangan gabah dan beras yang lebih berpihak pada petani. Selain itu, ini juga berkontribusi dalam memperkuat cadangan beras di wilayah Bondowoso dan Situbondo," tutup Hesty.
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur
Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur
(Sinca Arie Pangestu/TribunJatimTimur.com)
| Harga BBM Non-Subsidi Resmi Naik, Pengawas SPBU di Bondowoso Prediksi Konsumen Ganti Bahan Bakar |
|
|---|
| Satu Mahasiswa Bondowoso Kuliah di Iran Berhasil Dipulangkan |
|
|---|
| 518 Guru Ngaji di Bondowoso Belum Terima Insentif, Ini Penyebabnya |
|
|---|
| Pembangunan Jembatan Sentong Bondowoso Dimulai, Ditargetkan Rampung 8 Bulan |
|
|---|
| Tumpahan Solar di Jalan Binakal Bondowoso Sebabkan Banyak Pengendara Motor Terjatuh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/Kodim-gabah-bondowoso.jpg)