Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Tulungagung

Tujuh Orang Luka Akibat Ledakan Petasan di Tulungagung

Meskipun Polres Tulungagung telah aktif menindak peredaran bahan peledak ilegal, insiden ini tetap terjadi. 

Tayang:
Editor: Haorrahman
tribunjatimtimur/istimewa
MENDATANGI KORBAN - Kapolsek Sumbergempol, Iptu M Anshori mendatangi salah satu korban luka bakar akibat bubuk mesiu yang tersulut di red zone IGD RSUD dr Iskak Tulungagung. Empat remaja mengalami luka bakar akibat kejadian di Dusun Sadar, Desa Bendiljatikulon, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur pada Minggu (30/3/2025). 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Tulungagung - Ledakan petasan dan bubuk mesiu di Kabupaten Tulungagung menyebabkan tujuh orang mengalami luka-luka. Meskipun Polres Tulungagung telah aktif menindak peredaran bahan peledak ilegal, insiden ini tetap terjadi. 

Polisi telah menetapkan tujuh tersangka, terdiri dari empat anak-anak dan tiga orang dewasa. Dari mereka, petugas berhasil menyita 10,5 kg bubuk mesiu yang digunakan untuk membuat petasan.

Insiden pertama terjadi di Dusun Sadar, Desa Bendiljatikulon, Kecamatan Sumbergempol, pada Minggu (30/3/2025) pukul 21.30 WIB. Empat remaja berusia 14-15 tahun mengalami luka bakar akibat ledakan bubuk mesiu saat mereka tengah merakit petasan.

Baca juga: Dejavu Manuver Transfer Nicolas Jackson, Chelsea Kembali Bidik Penyerang dari Villarreal

"Saat itu kami mendapat laporan dari petugas medis bahwa ada empat korban luka bakar akibat petasan," ujar Kasi Humas Polres Tulungagung, Ipda Nanang Murdianto, mewakili Kapolres AKBP Taat Resdi.

Dari keempat korban, DAP (15) mengalami luka paling parah dan dirawat di zona kritis RSUD dr Iskak Tulungagung. Tiga korban lainnya, MRAS (15), BSL (14), dan BMA (15), mengalami luka sedang dan dirawat di zona kuning.

Menurut polisi, rata-rata korban mengalami luka bakar di wajah, tangan, kaki, dan badan. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menemukan sisa bubuk mesiu yang belum terbakar. Penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap lebih lanjut kejadian ini.

Baca juga: Libur Lebaran Tiap Hari Ribuan Orang Padati Pemandian Navara Bondowoso

Ledakan petasan juga terjadi di Kelurahan Kutoanyar, Kecamatan Tulungagung, pada Kamis (27/3/2025). Dua remaja, RNP (15) dan RSD (15), mengalami luka bakar akibat bubuk mesiu yang tersulut saat mereka tengah meracik bahan petasan. RNP mengalami luka bakar serius di wajah dan lengan, sementara RSD mengalami luka bakar ringan di pipi dan kaki.

Berdasarkan penyelidikan, kedua korban bersama seorang teman mereka, APP (15), membeli bahan pembuat petasan secara daring. Saat bahan campuran siap dimasukkan ke dalam selongsong petasan, bubuk mesiu tiba-tiba terbakar dan menyebabkan ledakan. Suara dentuman keras membuat warga sekitar keluar rumah untuk mencari sumber ledakan.

"Perkaranya kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tulungagung," kata Ipda Nanang.

Ledakan petasan terbaru terjadi di Dusun Bacang, Desa Gandong, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung, Rabu (2/4/2025). Ledakan ini berasal dari petasan berukuran besar yang jatuh dari sebuah balon udara yang melintas.

Baca juga: Tiga Kendaraan Kecelakaan Beruntun di Jalur Mudik Hutan Baluran Situbondo

Akibat ledakan tersebut, rumah seorang warga bernama Turmudi mengalami kerusakan, sementara sebuah mobil Daihatsu Xenia DK 1643 AB milik Jumadi, seorang pemudik asal Denpasar, juga mengalami kerusakan. Pecahan kaca dari rumah Turmudi melukai Jumadi di bagian tangan, kaki, dan wajah. Saat kejadian, Jumadi dan keluarganya tengah bersiap untuk kembali ke Bali.

Polisi berhasil menemukan lokasi penerbangan balon udara di Desa Ngadisuko, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek. Sebanyak tujuh anak yang diduga menerbangkan balon udara tersebut telah dimintai keterangan. Karena melibatkan anak-anak, kasus ini ditarik ke Polres Tulungagung. Selain itu, polisi kini berfokus pada penyelidikan peredaran bubuk petasan yang digunakan dalam insiden ini.

Baca juga: Ditinggal Mudik Pemiliknya, 10 Kamar Kos di Surabaya Terbakar

Polres Tulungagung menegaskan akan terus menggencarkan operasi penindakan terhadap peredaran bahan peledak ilegal yang digunakan untuk membuat petasan. Kepolisian mengimbau masyarakat, terutama orang tua, untuk lebih mengawasi anak-anak mereka agar tidak bermain dengan bahan berbahaya.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membeli atau meracik sendiri petasan, karena ini sangat berbahaya dan bisa berakibat fatal," tutup Ipda Nanang.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(David Yohanes/TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved