Berita Pasuruan
Warga Curahdukuh Wadul ke Bupati Pasuruan, Cari Solusi Terkait Sengketa Lahan
Sejumlah masyarakat Desa Curahdukuh, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur wadul ke bupati Pasuruan terkait sengketa lahan
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Sri Wahyunik
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, PASURUAN - Sejumlah masyarakat Desa Curahdukuh, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, didampingi LSM Aliansi Masyarakat Cinta Damai (AMCD) mendatangi kantor Bupati Pasuruan di Raci, Bangil, Rabu (23/4/2025) siang.
Kedatangan perwakilan masyarakat dan AMCD ini untuk meminta bantuan Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo terkait sengketa lahan milik masyarakat dengan salah satu perusahaan milik BUMN.
Hanan, Ketua LSM AMCD mengatakan, maksud dan tujuan datang bersama masyarakat Curahdukuh ini untuk meminta bantuan Bupati Pasuruan menyelesaikan permasalahan sengketa lahan milik masyarakat dengan perusahaan itu.
“Sengketa lahan ini sudah berlangsung selama 30 tahun lebih tapi tidak pernah ada penyelesaiannya. Saya hari ini mendampingi 11 ahli waris yang merasa belum mendapat hak - haknya,” katanya.
Dia berharap, permasalahan yang berlangsung selama bertahun - tahun ini bisa dibantu diselesaikan oleh Bupati Pasuruan sebagai bapak atau tokoh masyarakat Pasuruan. Hari ini, ia datang untuk berkeluh kesah.
“Permasalahan ini sudah berlangsung lama, kami ingin pak Bupati membantu kami untuk mencari solusi atas sengketa ini. Masyarakat yang lahannya terdampak pembangunan belum mendapat ganti rugi selama ini,” jelasnya
Baca juga: Pencairan Honor Guru Ngaji di Jember, Bupati Fawait Tegaskan Secepatnya
Hanan menyebut, masyarakat yang didampingi ini memiliki bukti - bukti kuat dan cukup dalam sengketa ini.
Maka, ia berharap betul Bupati bisa memfasilitasi atau menjadi jembatan untuk mencari jalan keluar.
“Kami mohon difasilitasi agar bisa dipertemukan dengan perusahaan itu, kantor pertanahan, para pihak untuk duduk bersama mencari jalan tengah. Monggo, kami siap mengikuti waktu pak Bupati,” paparnya.
Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo mengaku siap membantu mencarikan jalan tengah. Disampaikan dia, sebelum kasus ini sengketa lahan ini berdampak dengan konsekuensi pidana, dua orang tersangka sudah datang menemuinya.
“Ada dua orang yang datang dan berkeluh kesah ke saya terkait sengketa lahan ini. Saat itu, sebelum ditangkap polisi, mereka sudah saya ingatkan untuk sabar, dan hati - hari. Saya akan pelajari dulu,” paparnya.
Bahkan, saat itu, Mas Rusdi, sapaan akrabnya langsung menyerahkan berkas yang diterimanya itu ke salah satu orang untuk dipelajari dan dianalisis. Mas Rusdi mengaku tidak mau gegabah dalam melangkah.
“Saat itu saya sudah minta ke bapak-bapak untuk sabar. Karena ini beda instansi, kecuali kalau berurusan dengan internal Pemkab, saya bisa langsung ambil alih untuk menyelesaikannya,” ungkapnya.
Jika memang permintaannya difasilitasi, ia mengaku siap medampingi untuk duduk bersama.
Dia hanya ingin semua permasalahan bisa diselesaikan dengan baik, ada win-win solution biar tidak ada yang dirugikan.
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur
Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur
(TribunJatimTimur.com)
Syngenta Luncurkan Benih Padi Hibrida, Tingkatkan Produktivitas hingga 13,9 Ton per Hektare |
![]() |
---|
Kejari Pasuruan Tegaskan Tak Ada “Uang Pengamanan” dalam Kasus Korupsi Dana Hibah PKBM |
![]() |
---|
Pasuruan Siapkan Insinerator di Pandaan Kapasitas 26 Ton Sampah Harian |
![]() |
---|
Dinas BMBK Pasuruan Benahi Drainase di Prigen, Dukung Program Prioritas Perbaikan Infrastruktur |
![]() |
---|
Motor Hasil Penggelapan oleh Anak Punk di Pasuruan Terungkap Saat Razia Lalu Lintas |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.