Minggu, 19 April 2026

Travel

Kuliner Unik Khas Tuban, Kue Serabi Dipadukan Kuah Lodeh Pedas Gurih

Di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, ada cara unik untuk menyajikan kue serabi, yaitu dengan menggunakan kuah lodeh

Editor: Sri Wahyunik
TribunJatim.com/Muhammad Nurkholis
SERABI LODEH - Sugeng tengah berjalan serabi lodeh di depan rumahnya yang berada di Desa Sumurgung Kecamatan/Kabupaten Tuban, Senin (28/4/2025). Makanan ini menjadi makanan khas Tuban dan di cari pecinta kuliner dari berbagai daerah. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, TUBAN - Jika biasanya serabi disajikan menggunakan kuah santan atau parutan kelapa.

Di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, ada cara unik untuk menyajikannya, yaitu dengan menggunakan kuah lodeh.

Serabi merupakan jajanan tradisional yang terbuat dari adonan tepung beras dan dicetak di sebuah wajan khusus yang terbuat dari tanah liat.

Dalam proses pembuatannya, adonan tepung beras akan dituangkan kedalam wajan yang telah dipanaskan diatas tungku, lalu ditutup menggunakan tutup wajan dari tanah liat.

Setelah 15 menit, adonan tepung beras yang awalnya berbentuk cair, mulai mengembang dan memadat, itu menandakan kue serabi sudah matang dan siap disajikan.

Kue serabi memiliki rasa lembut di mulut, gurih, dan sedikit rasa manis. Namun di Kabupaten Tuban ada cara unik untuk menikmati kudapan tradisional ini, yaitu dengan menambahkan kuah lodeh yang memiliki cita rasa gurih dan pedas. 

Dan salah satu penjual serabi lodeh di Kabupaten Tuban adalah Sugeng (64), warga Desa Sumurgung, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Baca juga: Siswa SD Mulai Belajar AI dan Coding Tahun Ajaran 2025/2026, Ini Kata Wamen Dikdasmen

Sugeng bercerita bahwa ia telah berjualan serabi selama 17 tahun. Usaha serabi ini merupakan warisan dari ibunya yang ia teruskan hingga sekarang.

Namun, menu serabi lodeh baru muncul sejak ia sendiri yang menjalankan usaha tersebut.

"Dulu ibu juga jualan serabi terus tak teruskan. Saya sendiri sudah menjual serabi selama 17 tahun, dan menu serabi lodeh ada sejak saya yang jualan,” ujarnya, Senin (28/4/2025).

Sugeng menambahkan, keberadaan serabi lodeh bermula saat ia mencoba peruntungan dengan menambah menu jualannya berupa lontong lodeh.

Kemudian seiring berjalannya waktu, ada beberapa pemuda yang iseng memadukan serabi dengan kuah lodeh.

Bukannya menjadi aneh, menurut mereka rasanya ternyata jauh lebih enak. Kebiasaan tersebut kemudian mempengaruhi pembeli lainnya, hingga saat ini.

“Awalnya ada remaja iseng, dicampur kuah lodeh, terus katanya enak, kemudian orang-orang pada menirunya hingga sekarang,” imbuhnya.

Saking uniknya makanan ini, pembeli yang datang tidak hanya dari Kabupaten Tuban saja, banyak pembeli dari luar kota seperti Bojonegoro, Lamongan, Gresik, dan Surabaya rela datang jauh-jauh ke Tuban untuk menikmati kuliner tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved