Kamis, 11 Juni 2026

Berita Viral

Massa Bawa Senjata Tajam Geruduk IGD Puskesmas di Bangkalan

Video berdurasi 23 detik itu, diunggah pemilik akun facebook Fatim dengan keterangan, ‘Carok di kombangan’.

Tayang:
Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur.com/tangkapan video
GERUDUK PUSKESMAS : Viral sejumlah video menyuguhkan konsentrasi massa, beberapa di antaranya sambil menenteng senjata tajam hendak memasuki pintu masuk IGD Puskesmas Geger, Senin (28/4/2025) menjelang waktu sore hari. Kapolres Bangkalan, AKBP Hendro Sukmono mengirim sedikitnya 30 personil sekaligus melakukan penyelidikan atas peristiwa tersebut 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, BANGKALAN – Beredar di media sosial video massa membawa senjata tajam (sajam) hendak memasuki pintu masuk IGD Puskesmas Geger Bangkalan, Senin (28/4/2025).

Seorang pria mengenakan pakaian putih, sarung hitam, serta peci hitam sambil menghunus senjata tajam hendak memasuki lobi IGD puskesmas. Namun upaya pria itu berhasil dicegah warga serta dirangkul seorang perempuan.

Video berdurasi 23 detik itu, diunggah pemilik akun facebook Fatim dengan keterangan, ‘Carok di kombangan’. Kombangan merupakan nama dari salah satu desa di Kecamatan Geger. Video tersebut kemudian menyebar secara masif di sejumlah grup WhatsApp.

Baca juga: Bobol Warung Waralaba, Kakak-Adik di Pasuruan Terekam CCTV: Satu Ditangkap, Satu Buron

Kapolres Bangkalan, AKBP Hendro Sukmono membenarkan video tersebut setelah pihaknya menerima laporan dari Kapolsek Geger. 

Berdasarkan informasi peristiwa ini merupakan buntut dari penganiayaan yang terjadi di kawasan Embong Sempal Kecamatan Geger sekitar pukul 14.50 WIB.

“Yang mana melibatkan dua orang, kami masih mendalami profil dari keduanya, motif dari keduanya. Informasi awal yang kami terima, keduanya sama-sama terluka, sama-sama diberi perawatan. Satunya ada di puskesmas, dan satunya dilakukan upaya pengobatan atau penyembuhan di tempat lain,” ungkap Hendro. 

Baca juga: Dua Bule Diduga Curi Uang 2 Juta di Toko Pusat Perkulakan Trowulan Mojokerto, Aksinya Terekam CCTV  

Hendro mengatakan telah mengerahkan puluhan personel menuju Kecamatan Geger sebagai langkah untuk mengantisipasi terjadinya gerakan massa yang tidak diinginkan.

“Informasi terakhir warga di depan puskesmas sudah meninggalkan lokasi. Namun kami tetap meminta Pak Wakapolres, serta tiga kapolsek rayon tujuh; Kapolsek Arosbaya, Kapolsek Klampis, dan Kapolsek Geger sendiri berada di lokasi. Kami juga tambahkan sebanyak 30 personil Samapta,” tegas Hendro.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(Ahmad Faisol/TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved