Senin, 4 Mei 2026

Pelecehan Dokter di Kota Malang

Polisi Mulai Periksa Dokter AY, Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di Persada Hospital

Pemeriksaan yang dimulai pada Selasa sore ini berlangsung di ruang Unit Satreskrim Polresta Malang Kota, setelah sebelumnya dijadwalkan pada pagi hari

Tayang:
Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur.com/Kukuh Kurniawan
DIPERIKSA - Dokter AY (memakai topi) yang merupakan terduga pelaku pelecehan seksual saat datang ke Polresta Malang Kota untuk memenuhi panggilan penyelidik, Selasa (29/4/2025) sore. Hingga berita ini diuturnkan, AY masih menjalani pemeriksaan di Unit PPA Polresta Malang Kota. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Malang Dokter AY terduga pelecehan seksual terhadap dua pasiennya di Persada Hospital, memenuhi panggilan penyelidik dari Unit PPA Polresta Malang Kota. Pemeriksaan yang dimulai pada Selasa sore ini berlangsung di ruang Unit Satreskrim Polresta Malang Kota, setelah sebelumnya dijadwalkan pada pagi hari.

AY tiba sekitar pukul 14.48 WIB, mengenakan pakaian coklat dan celana khaki, dengan masker serta topi hitam. Ia tidak datang sendirian, melainkan didampingi oleh dua pria yang diduga sebagai kuasa hukumnya. 

Setibanya di kantor polisi, AY langsung menuju ke Unit PPA untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi terkait kasus ini.

Baca juga: Update Calon Ganti Ciro Alves dan Tyronne del Pino di Persib Bandung, 3 Pemain Masuk Radar

Kasus dugaan pelecehan seksual ini mencuat setelah seorang wanita asal Bandung, Jawa Barat, berinisial QAR (31), mengungkapkan pengalaman mengejutkannya melalui media sosial. Pada 27 September 2022, QAR sedang menjalani perawatan di ruang VIP Persada Hospital ketika dokter AY meminta dirinya melepas pakaian dengan alasan pemeriksaan menggunakan stetoskop. Namun, pemeriksaan yang awalnya terlihat biasa itu berlanjut ke tindakan yang lebih mencurigakan. QAR diminta untuk melepas bra, dan AY melakukan pemeriksaan dengan menempelkan stetoskop di bagian dada, sambil terus menyenggol payudara korban.

Lebih jauh lagi, AY diketahui mengeluarkan handphone dengan alasan untuk membalas pesan WhatsApp. Namun, posisi kamera handphone tersebut mengarah ke bagian dada QAR, yang kemudian merasa bahwa pelaku sengaja memotret dirinya.

Baca juga: Bupati Jember Naikan Bonus Atlet Porprov 2025, Peraih Emas Dapat Rp 50 Juta

Kasus ini ternyata tidak hanya dialami oleh QAR. Seorang perempuan berinisial A (30), yang berasal dari Kota Malang, juga mengaku menjadi korban pelecehan serupa oleh dokter AY. Kejadian tersebut diduga terjadi pada tahun 2023 di ruang IGD Persada Hospital. A memastikan bahwa pelaku yang melakukan pelecehan adalah dokter yang sama, yaitu AY.

Kedua korban telah melaporkan kejadian ini kepada Unit PPA Satreskrim Polresta Malang, dan penyelidikan terus berjalan. Manajemen Persada Hospital, yang sebelumnya telah mencopot AY dari jabatannya, juga telah mengeluarkan permohonan maaf kepada masyarakat dan pihak-pihak yang merasa dirugikan akibat peristiwa ini.

Baca juga: Cari Ganti Ondrej Kudela? Persija Bisa Lirik Bek Asing Liga 2, Jadi Buruan di Bursa Transfer

Pihak kepolisian belum memberikan rincian lebih lanjut terkait proses pemeriksaan atau perkembangan kasus ini. Namun, kasus ini menjadi sorotan publik, khususnya terkait dengan keamanan dan etika dalam dunia medis.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(Kukuh Kurniawan/TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved