Berita Pasuruan

Libatkan Dua Musisi Band Rock Ternama, Wabup Apresiasi Cipta Gerakan Pasuruan Membaca

Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori mengapresiasi acara Gebyar Road Show “Cipta Gerakan Pasuruan Membaca (literasi musik)

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Sri Wahyunik
TribunJatimTimur.com/Galih Lintartika
LITERASI MUSIK : Wabup Pasuruan Shobih Asrori saat membuka acara Gebyar Road Show “Cipta Gerakan Pasuruan Membaca (literasi musik) yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pasuruan, Selasa (20/5/2025). Kegiatan itu untuk menumbuhkan budaya literasi di Kabupaten Pasuruan. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, PASURUAN - Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori mengapresiasi acara Gebyar Road Show Cipta Gerakan Pasuruan Membaca (literasi musik) yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Kabupaten Pasuruan.

Hal itu disampaikan Gus Shobih, sapaan akrab Wabup Pasuruan saat memberi sambutan sekaligus membuka acara yang digelar di Taman Candra Wilwatikta di Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (20/5/2025) pagi.

“Saya mengapresiasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang menggelar acara dengan konsep yang tidak biasa. Literasi tidak hanya di ruang baca, tapi bisa dihidupkan melalui seni, musik dan dialog,” katanya.

Disampaikan dia, literasi digital itu harus diubah menjadi sesuatu yang menyenangkan, membumi, dan menyentuh semua kalangan.

Apalagi, seperti yang sekarang dilakukan melalui klinik literasi musik.

“Semakin banyak literasi itu semakin menunjukkan kemampuan membaca dunia, merespon zaman, sehingga hisa membaca dan menulis sekaligus memberi ruang bereskpresi dan berkarya di lintas bidang,” urainya.

Baca juga: Aksi Tabur Bunga Warnai Proses Olah TKP Kecelakaan Kereta Api Vs Sepeda Motor di Magetan

Dia mengaku bersyukur apa yang ditanamnya 10 tahun lalu tetap terjaga sampai sekarang.

Gus Shobih menyebut, 10 tahun lalu, kondisi Kabupaten Pasuruan memperihatinkan karena tidak punya duta baca.

Bahkan, untuk even tingkat provinsi, hanya Kabupaten Pasuruan yang tidak punya data baca.

Saat itu, Kepala dinas datang kepadanya dan bercerita soal itu. Sebagai anggota dewan, dia akhirnya memberi support.

“Saya perjuangkan melalui pokir saat itu. Allhamdulillah akhirnya ada duta bacanya, apalagi sekarang sudah berkembang dan sudah ada duta literasinya. Luar biasa sekali,” sambung dia.

Gus Shobih menilai, kondisi ini harus dipertahankan. Ia menyebut, literasi bukan sekedar membaca buku, tapi juga keterampilan memahami dunia, kemampuan berpikir kritis, dan menjadi manusia yang bebas dalam pikiran.

Di era digitalisasi seperti sekarang, kata Wabup, anak-anak dapat dengan mudah mendapat informasi.

Tapi, tanpa literasi semuanya itu menjadi sebuah kebisingan. Karena  informasi yang didapat tidak bisa dipertanggungjawabkan.

“Tanpa adanya literasi pikiran yang ditemukan anak anak kita melalui digital itu tidak bisa dipertanggungjawabkan. Tanpa literasi, ini bisa menjadi boomerang untuk anak-anak kita ke depan,” paparnya.

Baca juga: Persija Coba Realisasi? 1 Sosok Penting Jakmania Ungkap 3 Bintang Idaman, Ada Nama dari Rival

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved