Berita Pasuruan
Dari Tembakau untuk Rakyat, Pasuruan Nikmati Pembangunan dan Kesehatan Gratis
Kabupaten Pasuruan terus menunjukkan tajinya sebagai salah satu daerah penggerak ekonomi berbasis industri hasil tembakau
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Sri Wahyunik
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, PASURUAN - Kabupaten Pasuruan terus menunjukkan tajinya sebagai salah satu daerah penggerak ekonomi berbasis industri hasil tembakau (IHT) di Indonesia.
Di balik laju pembangunan dan program-program sosial yang menjangkau masyarakat luas, terdapat kontribusi besar dari sektor ini, khususnya melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima daerah.
Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo, menegaskan, industri tembakau bukan sekadar penopang ekonomi lokal, melainkan tulang punggung pembangunan yang membawa manfaat langsung bagi rakyat.
Mas Rusdi, sapaan akrab Bupati, menyampaikan bahwa DBHCHT telah memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
“DBHCHT kami manfaatkan untuk pembiayaan jaminan kesehatan masyarakat, penanganan stunting, pengadaan alat dan obat-obatan, hingga pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Mas Rusdi, Sabtu (31/5/2025).
Salah satu capaian paling membanggakan adalah keberhasilan Kabupaten Pasuruan dalam mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) 100 persen.
Artinya, seluruh warga Kabupaten Pasuruan telah terjamin akses kesehatannya secara gratis, tanpa terkecuali.
Baca juga: Warga Gading Probolinggo Temukan Bayi Laki-laki di TPS, Ari-Ari Masih Melekat
Melalui alokasi DBHCHT yang tepat sasaran, pemerintah daerah membiayai jaminan kesehatan bagi warga miskin, masyarakat tidak mampu, dan mereka yang belum terdaftar dalam layanan kesehatan manapun.
Ini menjadi bukti nyata bahwa dana cukai tidak hanya menjadi instrumen fiskal, tetapi juga sarana menjamin hak dasar warga.
“Sebagian besar DBHCHT itu digunakan untuk membiayai jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin, tidak mampu dan masyarakat yang belum mendaftarkan diri di layanan kesehatan apapun,” terang Rusdi.
Tak hanya bidang kesehatan, DBHCHT juga dialokasikan untuk memperbaiki infrastruktur yang menjadi urat nadi ekonomi.
Jalan-jalan rusak yang menghubungkan kawasan industri rokok maupun lahan pertanian tembakau kini diperbaiki dan dibangun ulang demi mendukung kelancaran distribusi dan akses produksi.
“Secara umum, DBHCHT membantu membangun infrastruktur di Pasuruan yang belum tercover dengan sumber anggaran lain karena keterbatasan. Kami sangat terbantu dengan DBHCHT ini,” ujar Bupati.
Ketersediaan infrastruktur yang memadai tentu mendukung kelancaran operasional industri rokok legal, sekaligus memberikan multiplier effect bagi masyarakat sekitar, baik dari sisi transportasi, konektivitas antarwilayah, hingga tumbuhnya sentra ekonomi baru.
Kabupaten Pasuruan kini tercatat sebagai salah satu daerah penerima DBHCHT terbesar secara nasional. Hal ini tidak lepas dari pesatnya pertumbuhan industri tembakau di wilayah tersebut.
Industri Hasil Tembakau
Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau
tembakau
Kabupaten Pasuruan
Bupati Pasuruan
Rusdi Sutejo
Pasuruan
TribunJatimTimur.com
| Fraksi DPRD Kabupaten Pasuruan Kompak Batalkan Pengadaan Mobil Dinas untuk Pimpinan |
|
|---|
| Konsolidasi Berjalan Cepat, Golkar Kabupaten Pasuruan Siap Gaspol Kerja Nyata untuk Masyarakat |
|
|---|
| Pererat Silaturahmi, Adinda Denisa Senam “Fitri & Fit” Bersama Ratusan Warga |
|
|---|
| Halal Bihalal Bersama Muhammadiyah, Mas Rusdi Ajak Jaga Persatuan dan Perkuat Kemandirian Ekonomi |
|
|---|
| Gus Shobih Ingatkan Pengelolaan Armada Koperasi Merah Putih Harus Tepat Guna dan Profesional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/Rokok-ilegal-sitaan-bea-Cukai-Pasuruan.jpg)