Sabtu, 16 Mei 2026

Kapal Kargo Kandas di Perairan Dungkek Sumenep Akibat Mesin Mati dan Cuaca Buruk

Peristiwa ini terjadi setelah mesin kapal mengalami gangguan dan kapal dihantam ombak kencang di tengah perjalanan menuju Pulau Raas.

Tayang:
Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Haorrahman
Humas Polres Sumenep
KARAM : kapal layar motor (KLM) Putra Bahari terdampar ke karang di Pelabuhan Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep akibat kemacetan mesin dan diterjang angin pada Kamis (5/6/2025). 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Sumenep – Sebuah kapal layar motor (KLM) bernama Putra Bahari GT.06 mengalami insiden kandas di perairan sekitar Pelabuhan Rakyat Dungkek, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Madura, Kamis (5/6/2025). Peristiwa ini terjadi setelah mesin kapal mengalami gangguan dan kapal dihantam ombak kencang di tengah perjalanan menuju Pulau Raas.

Kapal tersebut mengangkut berbagai kebutuhan pokok, antara lain sekitar 700 kardus air mineral, 10 kardus mi instan, dan 5 kuintal beras. Sebagian dari muatan tersebut dilaporkan tercecer dan mengapung di perairan sekitar pelabuhan.

Plt Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti Sutioningtyas, menjelaskan kecelakaan laut tersebut terjadi sekitar 200 meter dari bibir pantai Pelabuhan Rakyat Dungkek.

Baca juga: Pemkot Surabaya akan Pasang Portal di Seluruh Kampung Cegah Curanmor

“Kapal niaga KLM Putra Bahari mengalami kandas dan karam akibat mesin mati. Kapal kemudian terbawa ombak hingga menghantam area karang di sekitar pelabuhan,” jelas Widiarti, Jumat (6/6/2025).

Salah satu anak buah kapal (ABK) yang selamat, Said (50), membenarkan bahwa kapal mengalami gangguan mesin sesaat setelah berangkat dari Pelabuhan Dungkek.

“Mesin tiba-tiba bermasalah, lalu kapal tidak bisa berjalan normal. Ombak makin besar, lambung kapal mulai bocor dan akhirnya kapal tenggelam,” tutur Said.

Baca juga: Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno Kota Blitar, Juru Bicara PDIP: Ini Tradisi Tiap Tahun 

Meski kapal mengalami kerusakan parah, seluruh awak berhasil menyelamatkan diri. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Awak kapal yang selamat adalah nakhoda Sulaiman (45), serta ABK Sahamo (50), Juhni (46), dan Said (50) – seluruhnya merupakan warga Kecamatan Raas, Sumenep.

Kerugian material akibat insiden ini diperkirakan mencapai Rp30 juta, termasuk kerusakan kapal dan muatan yang hilang atau rusak.

Petugas Pelabuhan Dungkek, Abu Yazid, mengonfirmasi bahwa kapal yang sempat karam tersebut telah berhasil ditarik ke tepi pantai Kamis sore.

“Saat ini kapal sudah berada di daratan dan sedang dalam proses perbaikan,” ujarnya.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved