Berita Situbondo

Kepala Nenek 71 Tahun di Situbondo Dipukul Maling saat Salat, Pelaku Rampas Kalung Emas 10 Gram

Seorang nenek di Situbondo, Jawa Timur, menjadi korban pencurian yang disertai kekerasan, menyebabkan nenek terluka

Penulis: Izi Hartono | Editor: Sri Wahyunik
TribunJatimTimur.com/Izi Hartono
CURAS - Kapolsek Mangaran, AKP Iwan Sumantri dan anggotanya saat mendatangi rumah korban pencurian disertai tindak kekerasan di Desa Trebungan, Kecamatan Mangaran, Situbondo, Jawa Timur, Selasa (8/7/2025) malam. Korban mengalami luka pukul di kepala, dan perhiasan hilang. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, SITUBONDO - Seorang nenek di Situbondo, Jawa Timur, menjadi korban pencurian yang disertai kekerasan yang menyebabkan korban terluka dan kehilangan kalung emas, Selasa (8/7/2025) malam.

Korban bernama Marsinah, warga Desa Trebungan, Kecamatan Mangaran, Kabupatenn Situbondo.

Lansia berusia berusia 71 tahun terpaksa dilarikan ke rumah sakit oleh keluarganya, karena kepala bocor diduga dipukul pelaku.

Tragisnya aksi pencurian dan kekerasan yang dialami nenek Marsinah itu, pada saat korban sedang salat isyak di dalam kamar rumahnya.

Pelaku curas tidak hanya melukai korban, namun juga memgambil paksa dan membawa kabur perhiasan emas nenek renta tersebut.

Meski kondisi terluka, korban keluar dan mendatagi anaknya yang sedang mengikuti acara pengajian di rumah tetangganya.

Melihat ibunya merintih kesakitan yang berlumuran darah, anak korban dan para warga (jamaah pengajian, Red)  langsung menolong dan membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Baca juga: Korban Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya Asal Blitar, Bareng Ayah Hendak Kirim Keramik ke Bali

Anak nenek Marsinah, Suwalki mengatakan, pada saat menghadiri hajatan, orang tua datang sambil meminta tolong, sehingga orang yang mengikuti hajatan berhamburan keluar.

"Waktu itu ibunya masih memakai mukenah dan berdarah,"ujarnya.

Menurutnya, dirinya langsung membawa orang tuanya ke rumahnya dan tetangga datang membawa mobil untuk membantu membawa ibunya ke rumah sakit.

"Iya ibu yang mendangi saya, karena saya sedang mengikuti hajatan pengajian," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Trebungan Nor Hasan mengatakan, pihaknya mendapati informasi adanya warganya yang menjadi  pencurian dan kekerasan (curas).

"Korban terluka dan sampai sekarang belum sadar," kata Nor Hasan saat berada di rumah korban curas.

Berdasarkan keterangan pihak keluarganua, kata Nor Hasan, warganya itu dipukul di bagian kepalanya hingga berdarah.

"Waktu kejadian korban sedang salat dan pelakunya seorang perempuan," ujarnya.

Pelaku, lanjutnya, tidak hanya memukul korban, akan tetapi juga mengambil perhiasan emas milik korban.

"Untuk perhiasan emas yang diambil itu beratnya 10 gram," ungkapnya.

Baca juga: Pekerja Proyek di Sunrise 2 Mojokerto Meninggal Terjatuh dari Scaffolding saat Pasang Panel Listrik

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Mangaran, AKP Iwan Sumantri membenarkan terjadinya aksi pencurian yang disertai kekerasan tersebut.

Menurutnya, setelah mendapati laporan masyarakat, pihaknya bersama anggota mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan membawa korban ke rumah sakit.

"Jadi untuk dugaan sementara curas, karena yang diambil perhiasan kalung emas," pungkasnya. 


Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(TribunJatimTimur.com)

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved