Sabtu, 2 Mei 2026

Penutupan Jalur Gumitir

Penutupan Jalur Gumitir Picu Krisis BBM, Pemerintah Diminta Tinjau Ulang

Menurutnya, penutupan total jalur Gumitir sejak awal tidak melalui kajian dampak sosial secara menyeluruh.

Tayang:
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur.com/Imam Nawawi
ANTRE - kondisi pembeli BBM di SPBU Jalan Ahmad Yani Jember, Jawa Timur, Minggu (27/7/2025). Terjadi antrean panjang di SPBU ini akibat keterlambatan pasokan BBM. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Surabaya – Penutupan total Jalur Nasional Gumitir yang menghubungkan Kabupaten Jember dan Banyuwangi menuai kritik dari DPRD Jawa Timur. Legislator menilai kebijakan itu berdampak serius pada kelancaran distribusi, termasuk menimbulkan antrean panjang kendaraan dan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah daerah.

Sorotan itu disampaikan Ubaidillah, anggota Komisi A DPRD Jatim dari daerah pemilihan Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso, Senin (28/7/2025). Menurutnya, penutupan total jalur Gumitir sejak awal tidak melalui kajian dampak sosial secara menyeluruh.

“Kami minta pemerintah provinsi dan pusat segera mencari solusi terbaik agar situasi ini tidak semakin menimbulkan kepanikan di masyarakat,” ujar Ubaid, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), saat dihubungi dari Surabaya.

Baca juga: Sopir Tak Kuasai Medan, Avanza Wisatawan Surabaya Terjun ke Jurang Jalur Cangar-Pacet

Ubaid mengungkapkan antrean panjang untuk mendapatkan BBM telah terjadi di sejumlah titik, terutama di wilayah Jember. Tak hanya itu, kekhawatiran juga mulai meluas ke daerah lain seperti Bondowoso yang mengandalkan pasokan logistik melalui jalur tersebut.

“Ada keresahan soal distribusi BBM yang mulai terganggu. Situasi ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama,” imbuhnya.

DPRD Jatim sebelumnya telah mengingatkan bahwa penutupan total bisa menimbulkan dampak sosial yang besar. Meskipun pemerintah telah menyediakan jalur alternatif, menurut Ubaid, solusi itu belum sepenuhnya efektif.

Untuk meredam dampak negatif yang ditimbulkan, Ubaid mendorong pemerintah melakukan penyesuaian strategi dalam proyek perbaikan infrastruktur di jalur tersebut. Ia menyarankan agar proses perbaikan dilakukan secara bertahap, bukan menutup jalur secara penuh.

Baca juga: Hampir Pasti Merapat ke Chelsea, Jurnalis Italia Sebut Xavi Simons Sempat Masuk Radar Inter Milan

“Kalau memang harus diperbaiki, sebaiknya dibuat bertahap, misalnya satu arah dulu. Jangan langsung ditutup total,” sarannya.

DPRD Jatim mendesak pemerintah memperhatikan kelancaran distribusi logistik dan aktivitas masyarakat selama masa perbaikan. Sebab, jalur Gumitir merupakan salah satu urat nadi transportasi di wilayah tapal kuda Jawa Timur.

 

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(Yusron Naufal Putra/TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved