Berita Jember
Petani Kopi Jember Kecewa, Harga Robusta Anjlok Saat Panen Raya
Harga kopi robusta di tingkat petani Kabupaten Jember, Jawa Timur, anjlok pada musim panen raya tahun ini.
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Haorrahman
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Harga kopi robusta di tingkat petani Kabupaten Jember, Jawa Timur, anjlok pada musim panen raya tahun ini.
Kondisi ini membuat para petani di Desa Garahan, Kecamatan Silo kecewa.
Abdus Salam, seorang petani kopi setempat, harga kopi kering atau oce saat ini hanya berkisar Rp48.000 per kilogram. Penentuan harga sepenuhnya ditetapkan oleh pengepul.
“Sementara untuk kopi glondongan, harganya cuma Rp15.000 per kilogram, atau Rp1,5 juta per kuintal,” ujar Salam, Senin (4/8/2025).
Baca juga: Update Perbaikan Jalur Gumitir Jember, Masuki Tahap Pengeboran Tanah di Tepi Jurang
Dibandingkan tahun lalu, harga kopi robusta glondongan sempat menyentuh angka Rp30.000 per kilogram, atau Rp3 juta per kuintal. Sementara untuk kopi kering, harganya bahkan bisa mencapai Rp75.000 per kilogram.
“Tahun lalu jauh lebih menguntungkan. Sekarang harganya turun drastis, padahal kualitas kopinya sama,” tambahnya.
Salam menjelaskan, cuaca menjadi salah satu faktor lain yang menyulitkan petani tahun ini. Curah hujan di kawasan Jember Timur terbilang tinggi selama masa panen, sehingga memperlambat proses penjemuran kopi.
“Kalau cuaca normal, butuh empat hari saja untuk mengeringkan kopi. Tapi karena sering hujan seperti kemarin, penjemuran bisa memakan waktu hingga seminggu,” ujarnya.
Baca juga: Keluarga Korban Tewas Usai Nonton Sound Horeg Nyatakan Ikhlas, Bupati Lumajang Evaluasi Perizinan
Meski demikian, kualitas hasil panen tahun ini dinilainya tidak kalah dengan tahun sebelumnya. Namun harga jual yang rendah membuat hasil panen terasa kurang memuaskan.
“Buat petani, harga itu yang utama. Kualitas bagus tapi harga jatuh, tetap tidak menutup biaya produksi,” tegas Salam.
Petani di wilayahnya lebih memilih menanam kopi jenis robusta daripada arabika. Alasannya sederhana, ukuran biji arabika dinilai terlalu kecil dan kurang diminati petani lokal.
Baca juga: Dua Anggota Polres Situbondo Dipecat karena Narkoba dan Perselingkuhan
“Kalau buahnya bagus, satu hektare lahan bisa menghasilkan dua ton kopi glondongan. Tapi kita di sini memang tidak tertarik menanam arabika,” katanya.
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur
Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur
(TribunJatimTimur.com)
harga kopi robusta Jember
panen raya kopi Jember
Petani Kopi Jember
Berita Jember Hari Ini
TribunJatimTimur.com
jatim-timur.tribunnews.com
| Pemkab Jember Mulai Desain Kawasan Street Food di Jalan Kartini |
|
|---|
| Fatmawati Resmi Jadi Wakil Ketua DPRD Jember, Perempuan Kedua dalam Sejarah Pimpinan Dewan |
|
|---|
| Dalam Tiga Bulan, 10 Ibu Meninggal Saat Melahirkan di Jember |
|
|---|
| Tradisi Kupatan Jember, 36 Pegon Diarak 6 Km ke Pantai Watu Ulo |
|
|---|
| Suwar Suwir Jadi Oleh-oleh Favorit Lebaran di Jember, Omzet Penjual Rp 6 Juta Sehari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/harga-kopi-robusta-anjlok.jpg)