Staycation
Kaliandra Resort, Sensasi Menginap di Rumah Kolonial Kaki Gunung Arjuna
Rumah Kolonial di Kaliandra Resort ini mengadopsi sebuah rumah peninggalan tokoh pengusaha tenar etnis Tionghoa yang hidup pada masa kolonal Belanda.
Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Haorrahman
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan - Gaya arstitektur Eropa begitu terasa saat menginjakkan kaki Rumah Kolonial Kaliandra Resort, Desa Gayurejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Suasana resor yang berada di kaki Gunung Arjuno nampaknya sangat cocok untuk wisatawan yang ingin menepi dari hiruk pikuk perkotaan.
Kaliandra Resort memiliki berbagai cluster penginapan. Diantaranya Villa Leduc, Hastinapura, Bharatapura dan Rumah Kolonial.
Bagi yang ingin merasakan suasana era kolonial Hindia Belanda, Rumah Kolonial bisa jadi pilihan.
Baca juga: Suara Berubah di Sirekap, Anggota PPK di Bangkalan Madura Laporkan Ketuanya Sendiri ke Bawaslu
Rumah Kolonial di Kaliandra Resort ini mengadopsi sebuah rumah peninggalan tokoh pengusaha tenar etnis Tionghoa yang hidup pada masa kolonal Belanda di Jalan Hasanuddin, Kota Pasuruan.
Adalah Atmadja Tjiptobiantoro pendiri Yayasan Kaliandra Sejati. Sosok yang mengembangkan pariwisata di kawasan lereng Gunung Arjuna berbasis pemberdayaan masyarakat.
Memasuki Rumah Kolonial, gaya arstitektur Eropo berpadu dengan kebudayaan. Lantai resor begitu kental dengan kesan klasik nan elegan. Ornamen-ornamen furnitur ditempatkan begitu mirip dengan gaya yang populer pada era kolonial saat itu.
Baca juga: KPU Jatim Mulai Rekapitulasi Suara Tingkat Provinsi
Pada dinding-dinding Rumah Kolonial terpampang sketsa foto yang menceritakan keluarga Han yang begitu sukses di Pasuruan pada masa kolonial.
Kesan budaya Jawa diperlihatkan dengan adanya ornamen gamelan yang terletak di ruangan seperti theater.
Di Rumah Kolonial, pilihan yang kamar yang dapat dipilih yakni Executive Room. Kamar tersebut dapat dipesan di berbagai aplikasi tiket hotel. Harganya bervariasi, mulai dari Rp 700 ribu per malam.
Suasana Rumah Kolonial pada Sabtu (2/3/2024) begitu sepi. Tak banyak wisatawan yang menginap kala itu.
Rasanya puas sekali menikmati setiap jengkal tempat di Rumah Kolonial bak bangsawan yang hidup pada masa era kolonial.
Memasuki kamar, gaya klasik zaman dahulu masih terasa. Lantai marmer semakin membuat sejuk suasana khas pengunungan. Bahkan toilet kamar sebagian besar berlapis marmer. Sungguh mewah.
Namun, kamar Executive Room tidak memiliki Air Conditioner atau pendingin ruangan meski berharga hampir Rp 1 juta. Tapi jangan khawatir kepanasan, udara lereng Gunung Arjuna begitu dingin apalagi saat malam hari.
Malam hari pun tiba. Rumah Kolonial Kaliandra Resort punya Kafe VOC yang bisa jadi pilihan menyantap makanan untuk makan malam.
Baca juga: Liga Italia Serie A 2023 Inter Milan Vs Genoa: Prediksi, Head to Head, Link Live Streaming
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.