Senin, 27 April 2026

Berita Banyuwangi

Program Pangan Presiden Prabowo Dongkrak Produksi Pertanian dan Dirasakan Petani Banyuwangi

Petani Banyuwangi telah merasakan manfaat program ketahanan pangan Presiden Prabowo, produksi padi surplus hingga ratusan ribu ton.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur.com/Aflahul Abidin
KETAHANAN PANGAN: Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berdialog bersama para petani dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), di area persawahan Desa Mangir, Kecamatan Rogojampi, Rabu (24/9/2025). Dalam dialog itu para petani mengaku lega karena saat ini tidak kesulitan pupuk 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Program ketahanan pangan yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto mulai dirasakan dampaknya oleh petani di Kabupaten Banyuwangi. Dukungan pemerintah pusat dan daerah tidak hanya menjaga ketersediaan pupuk, tetapi juga mendorong peningkatan produksi pertanian di wilayah yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional ini.

Hal itu terlihat dalam dialog Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama para petani Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa Mangir, Kecamatan Rogojampi, Rabu (24/9/2025). 

Para petani mengaku lega karena pasokan pupuk kini lancar, sementara harga gabah kering panen (GKP) justru naik di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Baca juga: Penerbangan ke Surabaya Aktif Lagi, Lion Group Jajaki Rute Banyuwangi ke Lombok dan Kuala Lumpur

“Alhamdulilah Ibu Bupati, di masanya Bapak Presiden Prabowo sekarang pupuk lancar. Harga gabah juga tinggi, hari ini harganya sekitar Rp7.300 per kilogram,” ujar Buniman, perwakilan Gapoktan Desa Mangir.

Menurut Buniman, Desa Mangir memiliki lahan pertanian seluas 400 hektare dengan produktivitas rata-rata 6 ton gabah per hektare. Artinya, potensi panen bisa mencapai 2.400 ton gabah.

Petani lain, Effendi dari Desa Gladag, menuturkan desanya mendapat bantuan drone pertanian untuk penyemprotan lahan. Teknologi ini sangat membantu karena menekan biaya operasional.

Baca juga: Puluhan Anak Jagoan Matematika dari Berbagai Daerah Kumpul di Banyuwangi

“Dulu penyemprotan hama butuh waktu setengah hari, sekarang hanya 20 menit,” katanya.

Effendi juga berterima kasih atas bantuan mesin panen padi combine harvester yang membuat proses panen lebih cepat dan bernilai ekonomis.

Grafik target Luas Tambah Tanam (LTT)
Grafik target Luas Tambah Tanam (LTT) dan luas panen padi Banyuwangi tahun 2025. Sumber Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Banyuwangi.

Produksi Pertanian Terus Meningkat

Bupati Ipuk menyampaikan rasa syukur karena program ketahanan pangan dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten membawa manfaat nyata. Produksi pertanian Banyuwangi terjaga bahkan meningkat.

“Kami berterima kasih atas dukungan semua pihak, terutama kerja keras para petani,” kata Ipuk.

Baca juga: Banyuwangi Jadi Percontohan, Baznas RI Luncurkan Balai Ternak, Zmart, dan Ambulanis Gratis

Saat ini Banyuwangi surplus padi dan masuk lima besar penyumbang padi terbesar di Jawa Timur. Selain padi, produksi hortikultura seperti buah naga dan jambu juga menunjukkan tren kenaikan.

Ipuk menegaskan pemerintah daerah akan terus memperluas dukungan untuk petani, mulai dari bantuan alat pertanian modern seperti rotary dan combine harvester, penguatan sistem irigasi, distribusi pupuk dan benih unggul, hingga mendorong hilirisasi dan diversifikasi pangan.

“Kami juga berupaya mempercepat mekanisasi dan digitalisasi pertanian agar hasil panen lebih efisien dan bernilai tambah,” tambah Bupati Lulusan Magister Manajemen Kebijakan Publik (MKP) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu.

Surplus Beras Hingga Ratusan Ribu Ton

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Ilham Juanda, menambahkan produksi beras tetap melimpah meski petani sempat menghadapi serangan hama. Faktor cuaca kemarau yang masih diselingi hujan membantu menjaga ketersediaan air.

“Secara keseluruhan produksi beras Banyuwangi hingga saat ini masih surplus,” ujar Ilham.

Data menunjukkan, periode Januari–Mei 2025, Banyuwangi menghasilkan 228 ribu ton beras. Dari jumlah tersebut, kebutuhan masyarakat hanya sekitar 68 ribu ton, sehingga tercatat surplus lebih dari 159 ribu ton beras.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved