Rabu, 22 April 2026

Wisata Banyuwangi

Dikenal Perkusinya yang Unik dan Otentik, Banyuwangi Gelar Percussion Festival

Banyuwangi Percussion Festival 2025 akab hadir menampilkan musik perkusi Using, warisan budaya khas Banyuwangi yang otentik dan energik.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Haorrahman
Humas Pemkab Banyuwangi
SENI: Banyuwangi akan menggelar Banyuwangi Percussion Festival (BPF), di Terminal Pariwisata Terpadu, yang bakal digelar Jumat malam, 24 Oktober 2025. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Pemkab Banyuwangi akan menggelar Banyuwangi Percussion Festival (BPF) 2025, yang akan berlangsung di Terminal Pariwisata Terpadu pada Jumat malam (24/10/2025). 

Festival ini untuk memperkenalkan musik perkusi Using, warisan seni khas Banyuwangi yang terkenal karena kecepatan pukulan dan harmoninya yang rancak serta energik.

“Banyuwangi kaya akan seni dan budaya yang diwariskan turun-temurun. Ada tari-tarian, tembang, budaya, hingga ritual adat. Salah satunya musik Perkusi Using,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Selasa (21/10/2025).

Hampir semua kesenian Banyuwangi, seperti tari Gandrung, menggunakan musik perkusi Using sebagai pengiring utama. Irama khasnya juga kerap mengiringi berbagai upacara adat dan perayaan budaya masyarakat setempat.

Baca juga: SINYAL Juventus Adu Sikut dengan Manchester City di Bursa Transfer, Sosok The Next Kaka Aktornya

“Melalui Banyuwangi Percussion Festival, kami ingin memperkenalkan keunikan dan keelokan seni musik perkusi yang menjadi kebanggaan Banyuwangi,” kata Ipuk.

Menurut Samsudin Adlawi, Majelis Kehormatan Dewan Kesenian Blambangan (DKB), musik perkusi Using diakui banyak praktisi dan akademisi sebagai bentuk seni otentik khas Banyuwangi yang tidak ditemukan di daerah lain.

Perkusi Using merupakan perpaduan berbagai alat musik tradisional Banyuwangi seperti gong, klincing, rampak kendang, saron, dan angklung Using.

“Kekhasan Perkusi Using terletak pada kecepatan pukulan kendang yang menghasilkan irama rancak dan energik. Sampai sekarang belum ada notasi yang mampu menggambarkan ritme unik itu. Selain itu, Perkusi Using juga sangat fleksibel dan bisa dipadukan dengan berbagai genre musik,” jelas Samsudin.

Tradisi musik ini diwariskan secara turun-temurun dan terus dipelajari oleh generasi muda. Di beberapa sekolah di Banyuwangi, Perkusi Using bahkan diajarkan sebagai ekstrakurikuler seni budaya.

Baca juga: Kobbie Mainoo Diambang Pintu Keluar Manchester United, 4 Tim Liga Inggris Curi Kesempatan

“Regenerasi musik Banyuwangi berjalan baik. Festival ini menjadi panggung ideal bagi seniman muda untuk memperkenalkan karya mereka agar dikenal lebih luas,” tambahnya.

Di Banyuwangi Percussion Festival 2025 akan menampilkan empat grup musik perkusi. Tiga di antaranya berasal dari Banyuwangi yakni Damar Art, Munsing (Musik Nada Using), dan JEB (Jiwa Etnik Banyuwang).

Menurut Budi Santoso, Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Banyuwangi, ketiga grup ini dimotori seniman muda jebolan kampus seni. Mereka akan menghadirkan eksperimen komposisi musik etnik dengan konsep inovatif yang memadukan berbagai genre dan kolaborasi bersama penyanyi lokal.

“Di tangan mereka, musik etnik Banyuwangi akan terdengar modern tanpa kehilangan cita rasa tradisionalnya,” jelas Budi.

Baca juga: Polisi Tolak Penangguhan Penahanan 10 Demonstran di Jember, Berkas Dinyatakan Lengkap

Selain grup lokal, festival ini juga menghadirkan tamu spesial Ethno Ensamble dari Solo, yang beranggotakan mahasiswa dan alumni Etnomusikologi ISI Surakarta. Grup ini akan memainkan komposisi perpaduan berbagai alat perkusi nusantara dan berkolaborasi dengan mahasiswa ISI Banyuwangi.

“Mereka hadir untuk memperkaya wawasan musik perkusi generasi muda Banyuwangi sekaligus menghadirkan hiburan dengan nuansa baru,” tambah Budi.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved