Senin, 4 Mei 2026

Berita Banyuwangi

Ribuan Warga Padati Banyuwangi Bersholawat di Puncak Hari Santri 2025

Ribuan warga Banyuwangi mengikuti Banyuwangi Bersholawat, puncak Hari Santri 2025, memanjatkan doa untuk keberkahan dan kemajuan daerah.

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur.com/Humas Banyuwangi
HARI SANTRI - Ribuan warga memadati Jalan Ahmad Yani dalam acara Banyuwangi Bersholawat, puncak peringatan Hari Santri Nasional 2025 yang diinisiasi Pemkab Banyuwangi dan PCNU Banyuwangi. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi – Ribuan warga memenuhi Jalan Ahmad Yani, tepat di depan Kantor Bupati Banyuwangi, Rabu malam (22/10/2025). Mereka berbondong-bondong menghadiri acara Banyuwangi Bersholawat, sebagai puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025.

Baca juga: TKD dan DBHCT Dipangkas, APBD Bondowoso 2026 Turun Jadi Rp 1,8 Triliun

Kegiatan religius ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi. Ribuan jamaah tampak larut dalam lantunan sholawat, doa, dan dzikir bersama para ulama dan kiai.

Acara tersebut turut dihadiri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Wakil Bupati Mujiono, bersama Forkopimda seperti Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, Ketua MUI Banyuwangi KH. Muhaimin Asmuni, perwakilan Dandim, dan Danlanal.

Dalam sambutannya, Bupati Ipuk menyampaikan harapan agar peringatan Hari Santri menjadi momentum memperkuat doa bagi kemajuan Banyuwangi.

"Melalui momentum Hari Santri ini, melalui sholawat bersama, semoga Banyuwangi selalu dilimpahkan berkah oleh Allah SWT, dijaga dari segala musibah, dan terus diberi kemajuan,” ujar Ipuk.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran santri di tengah perubahan zaman. Menurutnya, santri kini tidak hanya berkiprah di pesantren, tetapi juga harus mampu mengambil peran di berbagai bidang, termasuk ekonomi, teknologi, dan kepemimpinan.

Baca juga: Bupati Rio Luncurkan Vorsa UMKM Situbondo, Pinjaman Hingga Rp 20 Juta dengan Bunga 0 Persen 

“Santri harus adaptif, inovatif, dan kompeten. Karena santri masa kini tidak hanya di pondok pesantren, tetapi juga harus mampu berperan di masyarakat luas,” imbuhnya.

Bupati Ipuk berpesan agar para santri terus menuntut ilmu, menjaga adab, dan berani bermimpi besar demi kemaslahatan umat.

"Selamat Hari Santri untuk anak-anakku semua. Teruslah belajar, jangan takut bermimpi besar, dan jagalah adab serta keikhlasan. Karena ilmu tanpa adab akan sia-sia,” katanya.

Sementara itu, Ketua PCNU Banyuwangi KH. Sunandi Zubaidi mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam acara Banyuwangi Bersholawat. Ia menilai kegiatan ini menjadi refleksi atas semangat perjuangan santri yang turut menjaga keutuhan bangsa.

Baca juga: Viral Ibu Hamil Hendak Melahirkan Ditandu Warga Pakai Kursi Panjang di Bondowoso

“Acara malam ini merupakan refleksi bahwa kita semua adalah santri yang siap mempertahankan kemerdekaan dan membawa perdamaian selamanya,” ujarnya.

Selain lantunan sholawat, acara juga diisi dengan pembacaan Ikrar Santri Indonesia oleh KH. Muhammad Riza Azizi, Pengasuh Ponpes Darussalam Blokagung 2 Setail, Genteng, serta pembacaan Resolusi Jihad oleh KH. Muhdor Atim, Imam Masjid Agung Genteng.

 

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

 

(Aflahul Abidin/TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved